Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (1 Korintus 16:13-14)
Jemaat di Korintus menyukai hal-hal yang berkaitan dengan karunia-karunia Roh, tanda-tanda ajaib dan mujizat, tetapi mereka memiliki karakter yang buruk. Suka mengintimidasi dan merendahkan orang lain. Hal yang sama juga bisa terjadi di gereja, pekerjaan, karir atau di kehidupan keluarga kita. Rasul Paulus menasihatkan agar jemaat tidak membuat Timotius takut untuk tinggal di tengah-tengah mereka (1 Korintus 16:10). Di masa itu juga ada jemaat yang tidak mau taat dan tidak menghargai para pemimpin mereka ( 1 Korintus 16:15-16).
Sekalipun kita memiliki iman, jangan pernah berpikir bahwa hidup ini bebas dari masalah. Orang yang percaya bahwa Tuhan lebih besar dari masalah yang dihadapinya akan tetap kuat, tetap setia dan terus berjalan bersama Tuhan.
BAGAIMANA AGAR KITA TETAP BERDIRI TEGUH DALAM IMAN?
BERJAGA-JAGALAH
Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! (1 Korintus 16:13a)
Kita harus terus berjaga-jaga, khususnya di area di mana kita pernah jatuh. Ada orang yang bangkit dari kejatuhan, kemudian bernyala-nyala, tetapi lalu jatuh di hal yang sama karena tidak berjaga-jaga, tidak berdoa dan tidak menghidupi Firman Tuhan. Jika ada penolakan dari orang tua saat kita dilahirkan, berjaga-jagalah dan memiliki gambar diri yang sehat dalam Tuhan. Berjaga – jaga itu seumpama jalan aspal yang terus menerus dilalui orang dan kendaraan, sehingga tidak memungkinkan rumput tumbuh di atasnya. Tetapi jika berada di tempat terpencil dan sangat jarang dilalui, maka jalan aspal yang keras itupun bisa retak dan tumbuh rumput di atasnya dan akhirnya menjadi rusak. Berjaga-jaga membutuhkan komitmen dan tujuan hidup yang jelas yaitu keserupaan dengan Kristus dan kelak memerintah bersama-Nya.
BERSIKAPLAH SEBAGAI LAKI-LAKI ALLAH
Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! (1 Korintus 16:13b)
Artinya memiliki sikap berani, kuat dan teguh. Berani menghadapi segala tantangan. Kata ‘Imanuel’ bukanlah sekedar bergandengan tangan dengan Tuhan, tetapi menyatu. Kehidupan yang menyatu dengan Tuhan akan memiliki keserupaan dengan karakter Kristus. Mengasihi tanpa menuntut balas, tidak kecewa atau kepahitan ketika dikhianati, menolong tanpa pamrih, tidak menghakimi dan merasa lebih baik, tetap rendah hati ketika mendapat pujian, tidak dikuasai kerakusan atau ketamakan, selalu puas dan bersyukur dengan apa yang diberikan Allah. Ada banyak orang yang hancur hidupnya karena bukan Tuhan yang menjadi nomor satu dalam hidupnya, tetapi uang. Jangan dikuasai oleh uang. Jadikan uang sebagai alat untuk mencari sahabat dan untuk menjangkau jiwa-jiwa.
JADIKAN KASIH SEBAGAI DASAR DARI SEMUA
Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (1 Korintus 16:14)
Untuk tetap berdiri teguh dalam iman, caranya tidak cukup dengan menerima baptisan dan doa pelepasan, tetapi harus mengambil keputusan untuk berhenti membenci, sebaliknya mau mengampuni dan tidak lagi mengingat-ingat yang dibelakang, dan mengambil keputusan untuk mengasihi.
Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. (1 Yohanes 3:15)
Bagaimana untuk tetap bersukacita? Sadari bahwa Yesus telah menebus dan memerdekakan kita dari dosa dan maut. Harusnya kita sakit-sakitan, tetapi Yesus membuat kita sehat. Dia menjadi pahit, agar kita menjadi manis.
Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. (Roma 8:2)
Masalah-masalah yang diizinkan Tuhan adalah barbel rohani, yang membuat otot iman kita semakin kuat. Kita selalu membutuhkan Tuhan, karena hanya Dia yang bisa menjamin agar sampai masa tua pun kita tetap menjadi ‘gemuk dan segar’. Amin. VW.