ALLAH YANG MENGHIDUPKAN, TUHAN YANG MENGGEMBALAKAN

ALLAH YANG MENGHIDUPKAN, TUHAN YANG MENGGEMBALAKAN 

Bacaan Setahun:
Ulangan 16:21 – 18:22
Lukas 14:15–35
Mazmur 44:13–26

“Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.” (Ibrani 13:20-21)

Di pegunungan yang terjal, domba tidak pernah diminta mencari jalan sendiri atau melawan serigala dengan kekuatannya sendiri. Keselamatan dan kesehatan domba sepenuhnya bergantung pada kecakapan gembalanya. Apabila gembala tidak hadir menemani dan menuntun domba-dombanya, maka mungkin saja hal-hal yang tidak diinginkan dapat melanda nasib domba-domba tersebut.

Minggu lalu, Gereja merayakan peristiwa penting yang menjadi salah satu pokok iman Kristiani, yakni Paskah. Paskah merupakan suatu momentum perayaan iman di mana Kebangkitan Kristus menumpas dan mengalahkan maut. Kebangkitan Kristus juga menjadi tanda awal bagi orang-orang Kristiani yang semula berkumpul dan beribadah pada hari Sabat (Sabtu) di Sinagoge, yang kemudian Gereja Perdana mulai beralih untuk beribadah dan mengadakan Perjamuan Kudus pada hari Kebangkitan Kristus yaitu hari Minggu sebagai hari Tuhan secara khusus.

Melalui penyaliban, darah Kristus tercurah bagi umat manusia dan Allah menerima darah-Nya tersebut sebagai tebusan karena dosa. Darah Yesus yang tercurah adalah persembahan kurban karena dosa yang cukup untuk menebus umat manusia asal manusia percaya kepada-Nya sebagai Juruselamat. Kematian Yesus di kayu salib membayar seluruh utang dosa dan kematian tidak dapat menyentuh-Nya lagi. Darah-Nya yang mahal menguduskan orang percaya dan melayakkan kita untuk menghampiri takhta Allah. Pengampunan oleh Allah Bapa atas orang percaya tidak menghambat keadilan Allah sebab darah Kristus yang kudus telah dicurahkan.

Kristus, Sang Imam Besar, menyerahkan nyawa-Nya bagi kita oleh kuasa Roh Kudus. Dialah Gembala yang memimpin, menggembalakan, dan menuntun umat-Nya menuju perhentian iman yang kekal di surga. Allah membangkitkan Gembala itu dari antara orang mati, dan Ia membawa domba-domba-Nya, yakni orang-orang percaya. Allah bekerja di dalam hati setiap orang yang percaya kepada Anak-Nya, sebab Kristus adalah Anak Domba Allah dan Juruselamat umat manusia. Sebagai Allah yang hidup dalam diri orang percaya, Ia senantiasa menyertai domba-domba-Nya.

Orang yang diperlengkapi adalah orang yang telah bersekutu secara penuh dalam perjanjian yang baru. Orang percaya dikuduskan melalui darah Kristus dan dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus dengan tujuan untuk mewujudkan kehendak Allah. Oleh karena itu, marilah dengan sadar dan ungkapan syukur kita mewartakan kebangkitan Kristus melalui hidup dan pelayanan kita sehingga orang-orang di sekitar dapat melihat karya Allah yang ajaib. (AH)

Questions:
1. Mengapa orang percaya diperlengkapi dengan segala kebaikan?
2. Apa makna kebangkitan Kristus dari kematian bagi orang percaya?

Values:
Paskah bukan hanya sekadar perayaan, tetapi momentum orang percaya diperlengkapi dengan segala kebaikan oleh Allah untuk mewujudkan kehendak-Nya.

Kingdom Quotes:
Kebangkitan Kristus memperlengkapi orang percaya sebagai perpanjangan tangan-Nya untuk melayani sesama.