ANTIOKSIDAN ROHANI

ANTIOKSIDAN ROHANI 

Bacaan Setahun:

Yoh. 12:27-50, 2 Taw. 16-17, Mzm. 78:1-20

“Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.” (Roma 12:9)

Seiring dengan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi tentang gaya hidup sehat, berbagai program hidup sehat semakin banyak diminati lewat kegiatan olah raga, pola makan sehat, mengurangi stres, bahkan mengonsumsi makanan, sayuran atau buahbuahan yang kaya antioksidan. Antioksidan dikenal sebagai zat yang melawan radikal bebas yang berbahaya karena bisa merusak sel-sel tubuh. Radikal bebas tersebut dapat berasal dari asap rokok, paparan sinar matahari yang berlebihan, atau polusi kendaraan.

Orang percaya juga memerlukan antioksidan rohani untuk kesehatan jiwanya; tanpa zat tersebut, hati kita rentan terhadap kerusakan batin yang perlahan namun pasti bisa menghancurkan relasi, harapan, bahkan masa depan. Rasul Paulus menyebutkan berbagai racun jiwa yang mengancam kesehatan rohani manusia: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, perseteruan, iri hati, amarah, mementingkan diri sendiri, serta roh pemecah belah (Galatia 5:19-20). Semua ini adalah gejala jiwa yang terinfeksi oleh kepahitan hati, kekecewaan dan ketidakpuasan. Jika dibiarkan, racun-racun ini dapat merusak relasi kita dengan Tuhan dan sesama, serta menjauhkan kita dari damai sejahtera.

Apa saja yang bisa menjadi antioksidan rohani? Galatia 5:22-23 memberikan jawaban bahwa buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kebaikan, dan pengendalian diri, mampu bekerja sebagai antioksidan yang menyaring pikiran dan perasaan kita dari racun-racun yang merusak diri dan menjauhkan kita dari persekutuan yang intim dengan Tuhan.

Seperti halnya tubuh tidak otomatis memproduksi antioksidan, buah Roh juga tidak muncul begitu saja. Ia tumbuh dari kedekatan dengan Tuhan, lewat doa, perenungan Firman, dan kehidupan yang berserah kepada-Nya. Semakin kita terhubung dengan sumber kehidupan, yaitu kasih Kristus, semakin kuat pula daya tahan rohani kita.

Di tengah dunia yang penuh tekanan, kedurhakaan, godaan dan konflik, kita membutuhkan antioksidan rohani setiap hari; bukan hanya untuk sekedar bertahan, tapi untuk mampu hidup sehat secara utuh: roh, jiwa dan tubuh. Mari jaga kesehatan batin kita, bukan dengan menutup mata dari kenyataan dunia tersebut, tetapi dengan membuka hati pada kekuatan Roh yang menyegarkan dan menyembuhkan, sehingga melayakkan kita hidup sebagai warga Kerajaan Surga. (YL)

Questions:

1. Apakah yang termasuk ‘radikal bebas’ yang mencemarkan hubungan orang percaya dengan Tuhan dan sesama?
2. Bagaimana cara kita memperoleh asupan antioksidan rohani?

Values:

Menjadi pelaku Firman Tuhan merupakan gaya hidup sehat rohani.

Kingdom Quotes:

Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. (1 Tesalonika 4:7)