API UJIAN DAN KEMULIAAN KRISTUS
Bacaan Setahun:
Imamat 15:1 – 16:34
Markus 13:32 – 14:16
Mazmur 31:1–8
“Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian, kemuliaan, dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.” (1 Petrus 1:7)
Setiap orang tentu tidak menginginkan terbakar oleh api, sebab dampak yang ditimbulkan sangat menyakitkan dan merusak. Namun, dalam kekristenan, api tidak hanya berbicara tentang penderitaan atau kebinasaan, melainkan juga tentang pemurnian. Api menjadi gambaran dari proses yang Tuhan izinkan untuk memurnikan iman dan kehidupan manusia, sehingga iman itu bertumbuh, dikuatkan, dan diarahkan menuju kedewasaan serta kesempurnaan di dalam Kristus.
Ujian atau proses iman tidak ada yang mudah dan enak, semua tergantung bagaimana cara kita merespons setiap ujian atau proses iman yang Tuhan ijinkan terjadi. Ujian merupakan kriteria yang Tuhan pakai untuk menguji dan meningkatkan iman kita kepada-Nya dan ujian yang kita hadapi bukanlah cambuk hukuman dari Tuhan yang murka atas kesalahan kita, melainkan tongkat korektif dan pendisiplin karena iman yang dimiliki oleh setiap orang percaya itu sangat bernilai di mata Tuhan, lebih berharga daripada emas murni yang bisa lenyap pada akhirnya.
Atas dasar inilah Rasul Petrus menulis surat kepada jemaat jemaat Kristen di Asia Kecil yang sedang mengalami tekanan, penghambatan, dan penderitaan karena iman mereka. Petrus mendorong mereka agar tetap kuat, bertahan, dan setia di tengah api penderitaan, sebab di balik semua proses itu terdapat tujuan ilahi yang mulia, yaitu membawa mereka kepada kemuliaan Kristus yang kekal. Hal yang sama juga terjadi pada masa kini, ketika banyak saudara seiman menghadapi aniaya dan penderitaan karena iman mereka kepada Kristus. Bahkan, tidak sedikit yang rela menjadi martir demi iman yang mereka pegang teguh.
Yesus Kristus sendiri telah memberikan teladan kesetiaan yang sempurna. Dalam penderitaan-Nya, la taat dan sepenuhnya mempercayai Bapa, bahkan sampai menjalani peristiwa penyaliban. Keteladanan ini mengajarkan bahwa ketika kita mempercayai janji-janji Tuhan atas hidup kita, kita akan dimampukan untuk berdiri kokoh melewati setiap api ujian iman. Apa pun tantangannya, siapa pun yang menentang, dan bagaimana pun keadaannya, tidak ada yang dapat menggagalkan pengharapan kita akan kemuliaan Kristus, Raja di atas segala raja.
Karena itu, percayakanlah setiap proses ujian iman yang sedang kita hadapi kepada Kristus, melalui kuasa Roh Kudus yang diam di dalam kita. Dengan terus melibatkan Dia dalam setiap musim kehidupan, kita akan dimampukan untuk bertahan, dimurnikan, dan pada akhirnya bersinar bersama Kristus dalam kemuliaan-Nya, semakin serupa dengan gambar-Nya yang sempurna. Seperti yang tertulis dalam 2 Korintus 3:18, “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” (TL)
Questions:
1. Bagaimana respons anda saat diterpa api ujian iman?
2. Pernahkah iman anda goyah oleh api ujian dan bagaimana anda bisa mengatasinya? Diskusikan!
Values:
Iman yang utuh dan kuat adalah iman yang ditempa oleh api ujian.
Kingdom Quotes:
Api ujian bertujuan memurnikan iman dan karakter kita untuk menjadi semakin sempurna seperti Kristus yang sempurna.