Applying the Gifts | Pdm. Dr. Gary Adhianto

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.( Yohanes 1:12)

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Kejadian 1:27)

Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”  (Yohanes 4:24)

Dunia ini hanya sebagai tempat singgah. Sebagaimana tukik-tukik yang baru saja menetas dari telor penyu, mereka punya naluri untuk secepatnya pergi ke habitatnya di laut dan sadar bahwa daratan hanyalah tempat singgah sementara, kitapun seharusnya sadar bahwa dunia ini hanya tempat singgah sementara. Untuk itu kita harus memiliki tujuan yang jelas atas keberadaan kita yang sementara di bumi, sebagai orang yang diciptakan dalam gambar dan rupa Allah. Kita diciptakan sebagai anak-anak Allah dalam roh dan kebenaran. Kita adalah manusia roh yang mempunyai jiwa dan berdiam dalam tubuh. Habitat kita adalah di hadirat Allah, karena itu dalam segala aktivitas kita, kita harus mengarah kepada Tuhan.

APPLYING

Applying, artinya menerapkan, mempraktekkan, mengerjakan, melakukan.

Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu (1 Timotius 4:14a).

Jangan lalai = ‘Ameleo’ = tidak tertarik/tidak memperhatikan, not regard = tidak peduli/tidak perhatian, neglect = mengabaikan, turn lihgt off = mematikan cahaya.

Ketika kita mengabaikan Firman maka kita sedang mengabaikan Allah, mencemooh Allah, menjadi musuh Allah. Karena itu kita harus berfokus kepada Firman Allah dan bersedia tertanam di sebuah gereja dan di sebuah komsel untuk diproses oleh Tuhan.

Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.  (1 Timotius 4:16)

Ketika kita lalai dalam mengawasi diri dan mengawasi ajaran kita, maka sebenarnya kita sedang membawa satu gerbong orang-orang yang mendengarkan kita menuju kehancuran. Orang-orang yang mendengarkan kita adalah suami, istri, anak, mertua dan orang-orang di sekitar kita. Demikian pula, kita juga harus mendoakan orang-orang yang menjadi pemimpin kita agar tidak terbawa kepada ideologi yang salah. Dunia ini sedang menuju kehancuran, yang jahat akan semakin jahat, yang kudus akan semakin kudus. Hiduplah sebagai orang-orang yang terus dikuduskan oleh Firman Allah dan oleh kuasa darah Yesus. Dan pada akhir hidup kita masing-masing harus memberikan pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungwban tentang dirinya sendiri kepada Allah.  (Roma 14:12)

THE GIFTS

Karunia Allah adalah semata-mata karya Allah melalui Roh-Nya yang kudus yang tinggal dan berdiam di dalam kita setelah kita percaya dan menerima Yesus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat. Sebagaimana Yusuf menerima hikmat yang luar biasa untuk memimpin tanah Mesir.

RUPA-RUPA KARUNIA ALLAH

Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan roh untuk kepentingan bersama. 
(1 Koritus 12:7)

Karunia rohani diberikan bukan untuk satu pribadi, satu gereja atau denominasi saja, namun untuk kepentingan bersama untuk kita dapat membangun tubuh Kristus. Ketika Kristus sebagai kepala ditinggikan, maka jemaat-Nya sebagai tubuh-Nya akan turut ditinggikan.

Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya ( 1 Korintus 12:8-11)

Aplikasikanlah karunia rohani yang telah diberikan kepada kita dengan setia. Tidak perlu merasa iri hati dengan karunia rohani yang dimiliki orang lain, karena setiap orang memperoleh karunia yang berbeda-beda. Tidak harus melakukan hal-hal yang spektakuler. Mungkin bagian kita adalah berdoa dan berpuasa, tapi lakukan dengan segenap hati, setia dan sukacita.

Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar. (Roma 12:6,7)

Jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.  (Roma 12:8)

Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian. Tetapi Kristus setia sebagai anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan. (Ibrani 3:5,6)

Karunia-karunia rohani dapat diaplikasikan melakui komsel yang tumbuh bersama dengan kesatuan hati untuk memenangkan jiwa.

ROH TUHAN ALLAH

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku. Untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”  (Lukas 4:18,19)

Kita tidak bisa hanya sekedar hadir di gereja, tapi hidup kita harus berdampak bagi dunia di sekitar kita. Ada orang-orang di sekitar kita yang memerlukan keselamatan, kita adalah pemberita kabar baik. Gunakanlah setiap karunia rohani yang dipercayakan kepada kita. Amin. (VW)