Alkitab mencatat begitu banyak mujizat Tuhan yang terjadi ketika Tuhan Yesus melayani di muka bumi. Salah satunya adalah seorang wanita yang mengalami pendarahan selama 12 tahun. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus ia percaya dan berkata dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Jadi ketika ia mendengar bahwa Yesus lewat di daerahnya maka imannya bangkit dan di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
Pada saat itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?” Murid-muridNya merasa bingung dan menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?” Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.
Pernahkah kita berfikir dari ratusan dan bahkan ribuan orang yang mengiring Yesus, hanya ada satu orang yang mengalami mujizat Tuhan. Tidak heran jika di gereja ada begitu banyak orang yang datang, mereka digembalakan oleh orang yang sama, menaikkan puji-pujian yang sama tetapi ketika mereka keluar dari gereja mengalami mujizat dan berkata Yesus ku luar biasa.
Sebuah pertanyaan yang menarik bagi kita semua adalah apakah mujizat Tuhan masih ada sampai hari ini? Bagi orang percaya tidak ada yang mustahil. Mujizat tidak bisa diterima oleh semua orang. Di zaman Tuhan Yesuspun tidak semua orang juga mengalami mujizat Tuhan. Mungkin banyak daripada kita percaya dan menjawab bahwa mujizat Tuhan masih ada sampai hari ini tetapi mengapa tidak banyak dari kita tidak bisa menerima dan mengalami mujizat dari Tuhan Yesus? Untuk itu kita akan belajar dari Injil Matius 13:53 – 58, mengapa kita tidak bisa menerima dan mengalami mujizat dari Tuhan Yesus:
Banyak Orang Hanya Tahu Siapa Yesus Tetapi Tidak Mengenal-Nya dengan Benar.
Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? (Matius 13:54)
Tidak banyak orang yang dapat mengenal Yesus dengan benar. Ada jawaban yang berbeda-beda ketika seseorang ditanya mengapa menjadi orang Kristen dan menjadi pengikut Kristus. Ada yang menjawab supaya diberkati, supaya sukses atau terbebas dari masalah, tetapi terkadang semakin kita sungguh-sungguh mengikut Kristus, semakin ada proses yang harus kita hadapi.Firman Tuhan mengatakan dalamYohanes 15:2 bahwa: “setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah”.
Mengikut Yesus bukan sekedar takjub, tetapi kita harus memiliki pengalaman pribadi bersama dengan Dia. Kekristenan bukan sekedar agama, tetapi kekristenan adalah perjalanan hidup seseorang bersama dengan Yesus Kristus sehingga tidak membuat kita mundur ketika mengalami persoalan. Semakin kita mengalami persoalan, semakin kita melekat bersama Tuhan karena kita tahu bahwa Yesus adalah jawaban dan sumber kekuatan di dalam hidup kita.
Pola Pandang Yang Keliru Tentang Yesus.
Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?”
(Matius 13:55-56)
Pola pandang yang keliru tentang Yesus akan membuat kita gagal mengiring Tuhan dan membuat kita lemah ketika kita menghadapi persoalan. Semua orang yang masih hidup di dunia ini tentunya tidak akan terlepas dari masalah dan persoalan hidup, tetapi yang menentukan kuat tidaknya seseorang menghadapi masalah dan persoalan tersebut hanyalah tingkat pengenalannya akan Tuhan. Orang yang mengenal Tuhan dengan benar akan tetap kuat menghadapi persoalan hidupnya.
Firman Tuhan juga mengatakan dalam 1 Korintus 15:19 (BIMK) mengatakan bahwa: “Kalau pengharapan kita kepada Kristus terbatas pada hidup kita di dalam dunia ini saja, maka dari seluruh umat manusia di dalam dunia ini, kitalah yang paling malang!”.
Tujuan Tuhan menyelamatkan hidup kita adalah untuk kekekalan sebab kehidupan kita di dunia ini hanya sementara. Jadi selama kitahidup di dunia ini kita harus mengerjakan dan melakukan kehendak Bapa di surga. Firman Tuhan juga berkata: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.” Jangan pernah berfikir ketika kita beragama Kristen kita mati masuk surga. Yang menjamin kita masuk surga hanyalah pribadi Yesus, oleh sebab itu milikilah pola pandang dan pengenalan yang benar tentang Yesus.
Hati Yang Tidak Tulus. (Marah, Benci, Iri hati ).
Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.
(Matius 13:57-58)
Orang yang hatinya masih dikuasai oleh marah, benci dan iri hati pasti tidak akan pernah mengalami mujizat di dalam hidupnya. Selama hati kita tidak dibereskan maka doa-doa kita tidak akan di dengar oleh Tuhan, sebab Firman Tuhan telah memperingatkan kepada kita dalam Matius 5:23-24: “Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”
Kekecewaan berhubungan dengan hati. Check hati kita mumpung masih ada kesempatan apakah kita memiliki hati yang tulus dalam mengikut Kristus dan senantiasa menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan karena dari hati kitalah terpancar kehidupan.
Untuk mengalami mujizat dari Tuhan Yesus tidak cukup hanya sekedar beragama Kristen dan hanya sekedar tahu siapa Yesus, tetapi kita harus memiliki pengenalan yang benar tentang Tuhan Yesus sehingga mempengaruhi iman kita. Kita juga harus memiliki hati yang benar dihadapan Tuhan, lurus, tulus, suci dan bertobat dari dosa. Dengan demikian kita benar-benar beriman dan percaya serta tidak bimbang kepada Yesus, karena orang yang bimbang tidak memperoleh apapun. Amin. (RCH).