BAHAGIA SEKALIPUN DITOLAK MANUSIA

Bacaan Setahun: 
Kel. 1-2 
Dan. 10 
Mzm. 129 

BAHAGIA SEKALIPUN DITOLAK MANUSIA 
“Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.”Matius 5:11

Dalam kehidupan ini, setiap kita pasti menginginkan kehidupan yang harmonis dan bahagia. Namun kenyataan yang kita dapat, tidak selamanya seperti yang kita inginkan. Seringkali kita justru mendapatkan ketidak-adilan, ditinggalkan, bahkan diabaikan oleh keluarga atau mungkin pasangan kita.
Dalam Kejadian 29:31-35, kita dapat melihat bagaimana Lea, sebagai isteri pertama Yakub, Lea tidak dicintai oleh suaminya tetapi justru diberkati dengan anak-anak. Allah itu adil dan benar, oleh karena itu ketika TUHAN melihat bahwa Lea tidak dicintai oleh suaminya, maka Allah memberinya anak yang merupakan teguran bagi Yakub. Lea sangat bersyukur kepada Tuhan, itu terbukti dari nama anak-anak yang dilahirkannya mengungkapkan perhatiannya yang penuh hormat, baik itu terhadap Allah maupun terhadap suaminya. Lea merasa bahagia dengan apa yang diterimanya. Ada empat sumber bahagia yang mengalir di hati Lea.
Pertama, Tuhan Melihat. Lea memberi nama anak pertamanya Ruben yang artinya Tuhan memperhatikan kesengsaraanku. Lea hidup di hadapan satu pribadi saja yaitu Allah yang ia sembah. Ia hanya mendengar pada Tuhan saja, tidak mendengar kata orang. Ia berusaha untuk membuka hati dan menerima koneksi dari Tuhan.
Kedua, Tuhan mendengar. Setelah itu ia melahirkan anak kedua yang diberi nama Simeon yang artinya Tuhan telah mendengar bahwa aku tidak dicintai. Apa pun yang terjadi dalam kehidupan kita, Tuhanlah alamat ‘curhat’ (Mazmur 51). Kalau kita masih hidup dalam tuduhan, bagaimana bisa bahagia? Datanglah kepada Yesus, karena Yesus bukan saja alamat curhat, tetapi Ia juga sahabat kita.
Ketiga, gembira dengan usaha kita. Lalu Lea melahirkan anak ketiga yang diberi nama Lewi yang artinya suamiku akan lebih erat kepadaku karena usahaku melahirkan anak-anakku. Lea tetap berusaha untuk dicintai suaminya apa pun hasilnya. Lea tidak frustasi, ia menikmati prosesnya, hasil akhir adalah milik Tuhan. Ia tetap bersyukur dengan usaha yang ia lakukan.
Keempat, syukuri yang ada. Dan Lea melahirkan anak keempat yang diberi nama Yehuda yang artinya sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN. Lea sungguh bersyukur dengan karunia Tuhan, ia terus maju dengan rasa syukurnya. Fokus hidupnya bukan pada kelemahannya, tetapi pada kekuatannya. Ia bisa meninggalkan dan menghilangkan hal-hal negatif dari hatinya. Bagaimana dengan Anda? (AU)

Questions :
1. Pada saat Anda tertuduh dan tertolak dengan perlakuan orang lain, apa yang Anda sampaikan kepada Tuhan?
2. Bisakah Anda selalu bahagia di setiap keadaan? Mengapa?

Values :
Apapun perilaku orang lain terhadap kita, jangan jadikan hal itu penghalang untuk kita terus produktif.

Kebahagiaan Anda bukan dari kondisi luar, melainkan dari dalam diri Anda sendiri.