BANGGA JADI UMAT PILIHAN

BANGGA JADI UMAT PILIHAN

Bacaan Setahun:

1 Tes. 2:17-3:13, Yes. 17-19, Mzm. 114

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” (1 Petrus 2:9)

Banyak orang menjalani hidup seperti air mengalir—ikut arus, ikut tren, asal jalan saja. Namun, jika kita percaya kepada Yesus, hidup kita tidak boleh dijalani secara asal-asalan. Kita bukan orang biasa, sebab kita telah dipilih langsung oleh Tuhan. Alkitab menegaskan bahwa kita adalah imamat yang rajani (1 Petrus 2:9). Apa artinya itu?

Imam berarti kita memiliki hubungan dekat dengan Tuhan. Dahulu, hanya imam yang diizinkan masuk ke tempat kudus untuk berjumpa dengan Allah. Namun sekarang, setiap orang percaya memperoleh akses langsung untuk bersekutu dengan-Nya melalui doa dan penyembahan. Kita dapat datang kepada Tuhan kapan saja tanpa perantara manusia, sebab Kristus telah membuka jalan itu bagi kita melalui pengorbanan-Nya di kayu salib.

Rajani berarti kita memiliki otoritas, bukan untuk menjadi sombong, melainkan tanggung jawab untuk membawa pengaruh Kerajaan Allah ke dalam dunia. Otoritas ini terlihat dalam pekerjaan, sikap, perkataan, dan bahkan hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari. Melalui hidup kita, orang lain dapat melihat terang Kristus. Myles Munroe pernah berkata, “Kita ini bukan sekadar makhluk religius. Kita ini warga Kerajaan yang diberi mandat dari Surga.” Artinya, kita tidak hanya diselamatkan untuk nanti masuk surga, tetapi juga supaya kita membawa surga hadir di bumi—di dalam keluarga, tempat kerja, sekolah, bahkan melalui media sosial yang kita gunakan.

John Stott, seorang teolog terkenal, mengatakan: “Orang Kristen itu bukan penonton. Kita ini imam-imam yang dipanggil untuk menyembah Tuhan dan bersaksi tentang Dia di dunia.” Jadi, jika kita rajin ke gereja setiap minggu tetapi hidup kita tidak memancarkan terang Kristus di hari-hari lainnya, berarti ada sesuatu yang salah dalam pemahaman kita tentang panggilan iman. Firman Tuhan jelas menegaskan tujuan panggilan ini: “supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia” (1 Petrus 2:9). Bagaimana caranya? Melalui hidup kita sehari-hari. Lewat cerita hidup, cara bekerja, cara kita mengasihi orang lain, dan kesediaan kita menolak berjalan dalam kegelapan.

Mungkin kita bukan pendeta atau penginjil yang berdiri di mimbar. Namun, ketika kita jujur dalam pekerjaan, setia dalam keluarga, dan tetap percaya kepada Tuhan walaupun hidup terasa sulit, saat itu kita sedang menjalani panggilan kita sebagai imamat yang rajani. Itulah identitas dan kehormatan yang Allah berikan kepada setiap anak-Nya. (DD)

Questions:

1. Apakah Anda hidup sebagai orang percaya yang tahu identitas dan tujuan panggilan Anda? Diskusikan!
2. Sudahkah hidup Anda menceritakan perbuatanperbuatan besar Tuhan secara nyata? Saksikan!

Values:

Kita dipilih Sang Raja untuk dekat dengan-Nya dan membawa pengaruh Kerajaan-Nya di dunia.

Kingdom Quotes:

Jangan hidup asal-asalan. Jalani hidupmu dengan bangga dan penuh makna — sebagai imam dan raja di dunia, mewakili Kerajaan Surga.