BAYANGAN ATAU WUJUD?
Bacaan Setahun:
1Samuel 17:38 – 18:30
Yohanes 16:5 – 17:5
Mazmur 68:1–6
“Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.” (Kolose 2:16–17)
Agama selalu punya kecenderungan yang sama: sibuk dengan aturan. Apa yang boleh dimakan. Apa yang tidak boleh disentuh. Hari apa yang dianggap suci. Ritual apa yang harus dijalankan. Orang Yahudi hidup dengan sistem itu. Bahkan setelah menjadi Kristen, sebagian masih ingin membawa pola lama itu masuk ke dalam iman yang baru. Karena itulah Rasul Paulus menegaskan: jangan biarkan dirimu dihakimi oleh ritual. Semua itu hanya bayangan. Wujudnya adalah Kristus.
Bayangan tidak pernah menjadi tujuan. Bayangan hanya menunjuk kepada sesuatu yang lebih nyata. Namun ironisnya, banyak orang Kristen hari ini justru kembali jatuh pada hal yang sama. Salib dianggap terlalu sederhana. Anugerah dianggap terlalu mudah. Lalu ditambahkanlah berbagai aktivitas rohani untuk ”menyempurnakan” iman. Padahal, ketika kita menambahkan sesuatu untuk merasa lebih rohani, kita sedang mengatakan bahwa karya Kristus belum cukup. Paulus bahkan memperingatkan lebih keras lagi: “Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat…” (Kolose 2:18)
Kerohanian semu sering tampil dalam bentuk yang terlihat sangat saleh: merendahkan diri secara dramatis, berpantang ini dan itu, mengejar pengalaman rohani spektakuler, merasa lebih kudus karena disiplin lahiriah. Tetapi semua itu bisa menjadi jebakan. Mengapa? Karena fokusnya bukan lagi Kristus, melainkan performa rohani. Paulus berkata lebih tajam lagi: “Kamu telah mati bersama Kristus… mengapa kamu masih mau takluk pada peraturan-peraturan seperti: jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini?” (Kolose 2:20–21) Aturan-aturan itu terlihat bijaksana. Tampak rohani. Tampak disiplin. Tetapi jika tidak berakar pada hubungan dengan Kristus, semuanya hanya kulit luar.
Agama bisa membuat kita sibuk. Tetapi hanya Kristus yang membuat kita hidup. Ritual bisa memberi rasa aman. Tetapi hanya salib yang memberi keselamatan. Disiplin rohani itu baik. Tradisi tidak selalu salah. Tetapi ketika ritual menjadi pusat dan Kristus menjadi pelengkap, saat itulah iman berubah menjadi bayangan kosong.
Salib bukan simbol kosong. Salib adalah kenyataan. Salib adalah penggenapan. Salib adalah pusat. Pertanyaannya sederhana: Apakah kita sedang hidup dalam wujud, atau masih mengejar bayangan? Jangan sampai kita terlihat rohani, tetapi kehilangan Kristus. Jangan sampai kita sibuk beragama, tetapi jauh dari Injil. Karena semua bayangan sudah digenapi. Dan wujudnya adalah Kristus. (DD)
Questions:
1. Apakah Anda merasa lebih rohani karena apa yang Anda lakukan, atau karena siapa yang Anda pegang—yaitu Kristus?
2. Jika semua ritual dan atribut keagamaan diambil dari hidup Anda, apakah relasi Anda dengan Kristus tetap utuh dan hidup?
Values:
Kekristenan bukan tentang menambah aturan agar terlihat kudus. Kekristenan adalah tentang kembali kepada Kristus sebagai pusat dan kepenuhan.
Kingdom Quotes:
Disiplin rohani itu baik. Tradisi tidak selalu salah. Tetapi ketika ritual menjadi pusat dan Kristus menjadi pelengkap, saat itulah iman berubah menjadi bayangan kosong.