BERBELAS KASIHAN

BERBELAS KASIHAN 

Bacaan Setahun:
Ulangan 9:1 – 10:22
Lukas 12:1–34
Mazmur 42:7–11

“Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu.” (Matius 15:32)

Seorang hamba Tuhan menyampaikan ilustrasi melalui video pendek tentang seekor kelinci yang merasa kasihan kepada anak kura-kura yang tersesat di jalan raya dan nyaris tertabrak truk. Induk kelinci itu menyelamatkan dan merawatnya di rumah, bahkan anak-anak kelinci bermain bersama anak kura-kura tersebut. Ketika tiba saatnya mengembalikan anak kura-kura kepada induknya, mereka diserang elang yang hendak memangsa kelinci. Sambil menggendong anak kura-kura, kelinci berusaha menyelamatkan diri, namun mereka terjatuh ke sungai dan hampir tenggelam. Saat itu ia teringat kedua anaknya yang akan terlantar jika ia mati. Anak kura-kura segera berenang meminta pertolongan induknya, sang kelinci pun selamat dan dapat bertemu kembali dengan anak-anaknya. Kisah ini menggambarkan bahwa belas kasihan yang tulus tidak pernah sia-sia.

Dalam pelayanan-Nya, Tuhan Yesus berulang kali menunjukkan belas kasihan yang melampaui batas sosial, agama, dan suku. Ia menyentuh orang kusta, berbicara dengan perempuan Samaria, dan memberi makan orang banyak. Puncak belas kasihan-Nya dinyatakan melalui pengorbanan di kayu salib, itulah kasih yang rela menderita dan mati demi keselamatan manusia.

Belas kasihan sejati bukan sekadar rasa iba, melainkan kasih yang dinamis: melihat kebutuhan, tergerak, lalu bertindak. Ketika orang percaya meneladani Kristus, kasih-Nya terpancar dan diwujudkan dalam tindakan nyata untuk memberikan pertolongan bagi mereka yang membutuhkan. Jika iman kepada Tuhan tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati (Yakobus 2:17).

Gambaran indah tentang berbelas kasihan juga terlihat dalam perumpamaan orang Samaria yang murah hati yang diajarkan Tuhan Yesus. Orang Samaria itu tidak hanya merasa iba kepada korban perampokan, tetapi ia berhenti, membalut lukanya, dan memastikan pemulihannya. Rasul Paulus pun mengingatkan, sebagai orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kita harus mengenakan belas kasihan (Kolose 3:12) sebagai gaya hidup warga Kerajaan.

Di tengah dunia yang cenderung menghakimi dan tidak peduli, orang percaya dipanggil menjadi saluran kasih Allah. Sudahkah kita menunjukkan belas kasihan melalui tindakan nyata, atau masih menahan bantuan yang seharusnya diberikan kepada mereka yang membutuhkan? (YL)

Questions:
1. Apakah hubungan antara iman, belas kasihan dan kasih?
2. Mengapa orang yang menahan kebaikan pada orang lain akan berurusan dengan Tuhan?

Values:
Kasih terhadap sesama terpancar melalui belas kasihan dan kerelaan menolong mereka yang membutuhkan.

Kingdom Quotes:
Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. (Amsal 3:27).