BERDOA DENGAN KEWASPADAAN

BERDOA DENGAN KEWASPADAAN 

Bacaan Setahun:

Wahyu 18, Yes. 3-4, Mzm. 109:1-19

“Bertekunlah dalam doa dan berjaga-jagalah dalam doamu sambil mengucap syukur.” (Kolose 4:2)

Berdoa dengan kewaspadaan berarti berdoa secara konsisten, fokus, hati-hati, dan dengan kesungguhan hati. Doa yang demikian menjaga kesadaran rohani agar terhubung dengan Tuhan secara mendalam serta terhindar dari gangguan, godaan, dan keraguan. Doa yang dilakukan secara terus-menerus akan menjadi gaya hidup yang melekat pada setiap orang percaya. Kehidupan doa yang sehat melatih kepekaan rohani dan kewaspadaan menghadapi berbagai tantangan maupun peperangan spiritual.

Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Kolose untuk senantiasa menjaga atmosfer doa, berjaga-jaga, dan mengucap syukur dalam segala keadaan. Hal ini juga berlaku bagi kita sebagai orang yang telah ditebus oleh darah Kristus. Kita dipanggil untuk bertekun dalam doa, bukan sekadar berdoa sesekali, tetapi konsisten dalam segala kondisi. Paulus menegaskan dalam Efesus 5:16, “Pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”

Orang yang berdoa sesungguhnya sedang berjaga atas hidupnya sendiri. Melalui doa, kita dituntun untuk memahami kehendak serta rencana Tuhan. Doa yang konsisten menghubungkan kita dengan surga sehingga kita peka menantikan tanda kedatangan Sang Raja. Janji “The King is Coming” mengingatkan kita untuk hidup dengan pengharapan akan kedatangan Kristus yang kedua kali, dengan menjaga waktu doa setiap hari. Karena itu, setiap orang percaya wajib memelihara waktu doa.

Pada zaman ini, tekanan hidup dan kesibukan sering membuat manusia kehilangan fokus untuk memiliki waktu khusus bersama Tuhan. Jika kita jujur, kualitas doa sering kali menurun, dan hal itu membuat kepekaan rohani kita semakin meredup. Akibatnya, kita kurang waspada terhadap tanda-tanda akhir zaman dan menjadi tidak siap menyambut kedatangan Yesus Kristus.

Hari ini ambil komitmen untuk kembali melekat dan menjaga jam-jam doa kita dengan penuh kewaspadaan sambil menjaga diri kita sendiri agar tidak terjatuh atau keluar dari rancangan Allah yang terbaik, sehingga saat Yesus datang kita tidak binasa tetapi beroleh kehidupan yang kekal dan memerintah bersama dengan Dia sampai selama-lamanya. Dan mengucap syukurlah senantiasa dalam segala kondisi karena dengan demikian engkau akan tetap konsisten untuk berdoa, kedatangan Sang Raja semakin dekat, dan kita dipanggil untuk hidup setiap harinya berada dalam atmosfir doa yang penuh dengan kewaspadaan. (TL)

Questions:

1. Mengapa kita perlu menjaga atmosfir doa kita secara konsisten?
2. Apa dampak jika kita tidak waspada dalam jam-jam doa kita? Diskusikan!

Values:

Doa akan membawa kita semakin peka untuk dapat mengerti kehendak dan rencana Tuhan atas hidup kita dan dunia.

Kingdom Quotes:

Orang yang berdoa adalah orang yang selalu berjaga atas hidupnya sendiri dan siap untuk menyongsong kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kalinya.