BERI MEREKA MAKAN

BERI MEREKA MAKAN 

Bacaan Setahun:

Imamat 17:1 – 18:30
Markus 14:17–42
Mazmur 31:9–18

“Tetapi Yesus berkata kepada mereka: ‘Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.’” (Matius 14:16 – TB)

Ceritanya sederhana. Orang banyak lapar. Hari sudah malam. Murid-murid mulai gelisah. Dan solusi yang mereka tawarkan sangat masuk akal suruh orang-orang itu pulang supaya mereka bisa cari makan sendiri. Aman, praktis, dan tidak merepotkan.

Namun, Yesus memandang situasi itu dengan cara yang berbeda. la tidak mengabaikan rasa lapar orang banyak. la juga tidak berkata bahwa kebutuhan rohani lebih penting daripada kebutuhan jasmani. Sebaliknya, Yesus dengan tegas berkata, “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Perintah ini terasa berat, sebab Yesus menyampaikannya kepada murid-murid yang jelas menyadari keterbatasan mereka dan tidak memiliki persediaan makanan yang cukup.

Dari peristiwa ini, kita belajar satu kebenaran penting: Yesus peduli kepada manusia secara utuh. la peduli pada jiwa, tetapi juga peduli pada tubuh. Bagi Yesus, rasa lapar bukanlah persoalan kecil yang dapat diabaikan dengan alasan kerohanian. Kepedulian-Nya mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.

Masalahnya, para murid sangat sadar akan keterbatasan mereka. Yang tersedia hanyalah lima roti dan dua ikan, jumlah yang jelas tidak memadai untuk memberi makan ribuan orang. Namun, Yesus tidak menuntut mereka memiliki banyak, la hanya meminta ketaatan dan kesediaan untuk menyerahkan apa yang ada di tangan mereka.

Ketika yang terbatas diserahkan kepada Tuhan yang tidak terbatas, sesuatu yang luar biasa terjadi. Lima roti dan dua ikan di tangan murid-murid tidak berarti apa-apa. Tetapi di tangan Yesus, makanan itu cukup untuk membuat ribuan orang kenyang. Mukjizat terjadi bukan karena persiapan yang sempurna, tetapi karena ketaatan.

Dari peristiwa ini, kita diingatkan tentang tugas gereja hari ini. Gereja tidak boleh hanya sibuk mengurus kegiatan rohani, tetapi lupa pada kebutuhan nyata manusia. Memberitakan injil itu penting, tetapi peduli pada orang yang lapar, miskin, dan menderita juga bagian dari panggilan kita. Gereja dipanggil untuk bergerak secara utuh: membangun iman umat dan menjangkau dunia dengan kasih yang nyata. Soal keterbatasan bukan alasan untuk berhenti. Itu urusan Tuhan. Tugas kita adalah melangkah dan taat. Ketika kita taat, Tuhan yang akan bekerja dan mencukupkan. (DH)

Questions:

1. Apakah iman kita sudah menyentuh kebutuhan nyata orang lain?
2. Apa yang Tuhan minta anda serahkan, meskipun kelihatannya sangat terbatas? Diskusikan!

Values:

Tuhan tidak menunggu kita mampu, Tuhan menunggu kita taat.

Kingdom Quotes:

Iman sejati bukan hanya didengar, tetapi juga dirasakan melalui tindakan.