BERJAGA-JAGA MENANTIKAN KEDATANGAN KRISTUS

BERJAGA-JAGA MENANTIKAN KEDATANGAN KRISTUS 

Bacaan Setahun:

Wahyu 2, Neh. 3, Mzm. 97

“Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (Matius 24:44)

Dalam ayat renungan kita hari ini, sangat jelas bahwa Tuhan Yesus sedang memberikan peringatan agar kita selalu berjaga-jaga dalam menjalani hidup, sebab kedatangan-Nya yang kedua kali sudah semakin dekat. Alkitab mencatat dan kita imani bahwa Yesus pasti akan datang kembali sebagai Hakim dan Raja. Pada saat itu segala sesuatu akan berakhir. Pertanyaannya: apakah kita benar-benar siap menyongsong kedatangan Kristus?

Jika melihat keadaan sekitar, jujur harus diakui banyak orang belum siap, bahkan yang menyebut dirinya orang percaya. Banyak yang hanya sebatas beribadah secara rutinitas, tetapi tidak sungguh-sungguh menjadi murid Kristus yang hidup dalam DNA Kerajaan Allah. Nafsu duniawi, kesenangan kedagingan, serta tekanan hidup sering menjadi alasan untuk tidak benarbenar menghidupi firman. Dunia yang terus berubah dengan cepat membuat banyak orang lebih sibuk mengejar perkara duniawi daripada hal-hal rohani. Tidak heran jika atheisme semakin bertumbuh. Firman Tuhan sudah menubuatkan hal itu. Dalam 2 Timotius 3:2-4 disebutkan bahwa manusia akan mencintai dirinya sendiri, menjadi hamba uang, menyombongkan diri, tidak tahu berterima kasih, tidak tahu mengasihi, garang, suka mengkhianat, berlagak tahu, dan lebih menuruti hawa nafsu daripada Allah. Gambaran ini nyata terlihat pada zaman sekarang.

Lalu kesiapan seperti apa yang dimaksud Yesus? Kesiapan menyambut kedatangan-Nya adalah proses berkelanjutan: hidup dalam pertobatan, penyerahan diri, dan ketaatan. Kita harus melekat kepada Tuhan, peka pada tanda-tanda zaman, serta hidup dalam kekudusan. Wahyu 16:15 berkata, “Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.” Karena itu, jauhilah segala hal yang sia-sia dan sementara. Maksimalkan waktu yang tersisa untuk sungguh-sungguh menghidupi firman, menjadi pelaku firman, dan menyatakan Kerajaan Allah. Lukas 13:24 menegaskan, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.”

Sebagai orang yang sudah ditebus, kita adalah pribadi yang berbeda dari dunia ini. Dunia akan selalu berusaha menggagalkan rencana penebusan Allah, tetapi kita dipanggil untuk hidup kudus, melekat pada Kristus, dan dituntun Roh Kudus. Dengan demikian, ketika Yesus datang kembali, kita didapati berkenan sebagai mempelai-Nya yang kudus dan layak masuk dalam perjamuan kekal. (TL)

Questions:

1. Apakah kita sudah sungguh-sungguh berjaga-jaga dan hidup dalam kekudusan menanti kedatangan Kristus?
2. Apa yang harus kita lakukan untuk menyambut kedatangan Kristus yang kedua kali? Diskusikan!

Values:

Identitas kita sebagai wakil surga di muka bumi membedakan kita dengan sistem dunia, karena itu kita harus berbeda dengan dunia dan dipisahkan dari dunia untuk menyambut Kristus.

Kingdom Quotes:

Hanya dengan kehidupan yang melekat dan intim dengan Tuhan maka kita akan siap menyambut Kristus.