BERJALAN DALAM KESALEHAN
Bacaan Setahun:
2 Kor. 1:1-2:4
2 Raj. 14
Mikha 4:1-5:1
“Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.” (2 Petrus 1:3 – TB)
ASIMO adalah robot humanoid canggih buatan Honda yang dirancang untuk membantu manusia dalam berbagai aktivitas. Ia mampu berjalan, berlari, menari, bahkan menendang bola. ASIMO dapat mengenali suara, berinteraksi dengan manusia, dan menghindari tabrakan. Namun secanggih apa pun ASIMO, ia tetap hanya robot—tak punya rasa, jiwa, atau akal budi. Ia bergerak semata-mata karena program yang ditanamkan, bukan karena pilihan bebas. Sebaliknya, manusia diciptakan Allah sebagai pribadi yang bebas. Sebagai orang percaya, kita menerima anugerah keselamatan secara cuma-cuma—bukan karena jasa, tetapi karena kasih karunia Allah. Anugerah ini mahal karena dibayar dengan darah Kristus. Maka, hidup yang kita jalani bukan sekadar menerima, melainkan juga bertanggung jawab atas panggilan ilahi.
Dalam 2 Petrus 1:3–11, kita diingatkan bahwa Allah telah memperlengkapi kita dengan segala yang dibutuhkan untuk hidup saleh. Kita diberi janji-janji-Nya yang besar dan berharga agar kita mengambil bagian dalam sifat ilahi, serta terlepas dari hawa nafsu dunia. Namun, bagian kita adalah berusaha sungguh-sungguh untuk menambahkan dalam iman: kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih persaudaraan, dan kasih terhadap semua orang. Pengenalan akan Yesus Kristus tidak boleh berhenti pada iman saja. Kita diminta untuk terus bertumbuh dan berbuah. Tanpa hal-hal ini, kita akan menjadi picik, bahkan melupakan bahwa kita telah disucikan dari dosa. Karena itu, Petrus menasihati agar kita makin tekun meneguhkan panggilan dan pilihan kita, supaya tidak tersandung.
Kita bersyukur atas anugerah Tuhan. Kita adalah pribadi dan bukan robot. Kita punya kebebasan dan pilihan untuk bertindak. Kita perlu bertanggung jawab atas tiap tindakan kita. Hidup ini bukan hanya untuk kenikmatan cuma-cuma, namun untuk mewujudkan sifat ilahi dalam menjalani kehidupan beriman. Mustahilkah sifat itu dimiliki? Tidak, karena kita telah diperlengkapi untuk itu. Kita diberi kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Kita dapat memutuskan apakah kita mau mengasihi atau tidak, menguasai diri atau mengumbar hawa nafsu, tabah bertekun menjalani penderitaan atau memilih jalan pintas. Tak ada yang sempurna, tetapi kita berjuang mempertahankan harta terindah.
Mari kita terus menjaga diri, mengingatkan satu sama lain, dan hidup dalam kesucian, sebab dunia ini akan berlalu. Seperti tertulis: “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.”(2 Petrus 3:11) (AU)
Questions:
1. Mengapa kita harus hidup dalam kesalehan?
2. Apa yang harus kita lakukan dengan sungguhsungguh untuk menjaga pilihan dan panggilan Allah?
Values:
Kita dipanggil untuk hidup saleh dan bertumbuh dalam sifat-sifat ilahi.
Kingdom Quotes:
Kita bukan robot tanpa arah, melainkan pribadi yang ditebus dan diperlengkapi untuk hidup mencerminkan sifat ilahi.