BERJALAN DALAM LEMBAH KEKELAMAN
Bacaan Setahun:
Kej. 41:41 – 42:38
Mat. 14:22 – 15:9
Mzm. 12:1–8
“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (Mazmur 23:4)
Seorang Raja Daud menggambarkan lembah kekelaman sebagai tempat yang harus dilewati, bukan tempat untuk menetap. Dalam kehidupan, ada masa-masa ketika hati terasa berat, jalan tampak buntu, dan harapan seolah menjauh. Namun firman ini mengingatkan kita bahwa semua itu hanyalah bagian dari perjalanan hidup, bukan akhir dari segalanya.
Ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan kita tinggal dalam keadaan yang gelap dan kelam. Tangan-Nya senantiasa tersedia untuk menuntun kita melaluinya. Daud pun tidak berkata “jika” aku berjalan, tetapi “sekalipun”. Kata itu menunjukkan bahwa lembah kekelaman adalah bagian dari perjalanan hidup yang tidak dapat dihindari. Namun justru dalam keadaan seperti itulah kehadiran Tuhan menjadi paling nyata, sehingga Daud menaruh kepercayaannya sepenuhnya kepada Tuhan.
Setiap kita, sebagai warga Kerajaan Allah, juga tidak jarang berada dalam lembah kekelaman; merasa sendiri, ditinggalkan, atau bahkan merasa Tuhan menjauh. Belajarlah dari Daud yang meyakini bahwa Tuhan justru semakin dekat saat keadaan tampak paling gelap. Kegelapan yang menakutkan bagi kita tidak akan pernah mampu menghalangi kuasa Tuhan untuk menolong. Gada dan tongkat-Nya—simbol perlindungan dan bimbingan—akan menjaga kita dari serangan musuh dan menuntun langkah kita untuk tetap berada dalam kebenaran.
Karena itu, beranilah untuk terus berjalan meskipun dalam keadaan yang paling berat sekalipun. Keberanian sejati bukan dibentuk oleh situasi yang aman, tetapi oleh iman dan keyakinan bahwa Tuhan yang setia senantiasa menyertai kita melewati setiap tantangan dan kekelaman. Seperti yang dikatakan oleh Charles Spurgeon: “Meski musuh menginjak lehermu, berharaplah untuk bangkit dan mengalahkannya. Tinggalkan beban saat ini, dosa masa lalu, dan ketakutan akan masa depan, kepada Tuhan, yang tidak meninggalkan orang-orang kudus-Nya”.
Dalam setiap langkah hidup, Tuhan tetap memanggil kita untuk mendengar suara-Nya, bahkan ketika kita berjalan di lembah kekelaman. Firman-Nya menjadi pelita yang menuntun, menguatkan, dan membangkitkan. Bangkitlah, sebab Allah hadir menyertai dan menuntun kita menuju kemenangan yang sudah Ia sediakan sejak semula. Mari melangkah tanpa gentar bukan karena kuat dan gagah kita tetapi karena Gembala yang setia selalu menemani perjalan kehidupan kita dan Ia tidak pernah tertidur. Mazmur 121:4, “Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.” (TL)
Questions:
1. Lembah kekelaman apa yang pernah anda lalui dan bagaimana anda mengatasinya?
2. Pelajaran apa yang kita dapat dari Raja Daud saat menghadapi lembah kekelaman? Diskusikan!
Values:
Lembah kekelaman bukanlah akhir dari sebuah perjalanan tetapi proses untuk dijalani bersama dengan Tuhan yang memberikan kemenangan.
Kingdom Quotes:
Lembah kekelaman jika disikapi dengan kebenaran maka kita akan melihat dan melaluinya dengan keajaiban yang dari Tuhan.