BERJALAN DI ATAS AIR

BERJALAN DI ATAS AIR 

Bacaan Setahun:

Mrk. 2
2 Sam. 4-5
Daniel 2:24-49

“Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” (Matius 14:29-30)

Setelah Yesus menyelesaikan pelayanan-Nya dengan menyembuhkan orang-orang sakit dan memberi makan lima ribu orang laki-laki—belum termasuk perempuan dan anakanak—Ia memerintahkan murid-murid-Nya untuk naik ke perahu dan mendahului-Nya menyeberangi danau. Sementara itu, Ia menyuruh orang banyak itu pulang. Setelah orang banyak itu dibubarkan, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri.

Ketika malam telah tiba, Ia masih berada di sana seorang diri. Sementara itu, perahu yang dinaiki murid-murid-Nya telah berada beberapa mil jauhnya dari daratan dan sedang diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal. Kira-kira pada pukul tiga dini hari, Yesus datang kepada mereka dengan berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka sangat terkejut dan berseru, “Itu hantu!”, lalu mereka berteriak-teriak karena ketakutan. Namun, segera Yesus berkata kepada mereka, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk tenang sebab ketika mereka tenang maka akan ada kekuatan untuk mengalahkan ketakutan. Petrus yang mendengar suara Tuhan berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” (Matius 14:22-31).

Ketika badai cobaan datang dalam kehidupan kita, apakah kita tetap tenang dan menyadari bahwa Tuhan selalu ada dalam kehidupan kita? Terkadang Tuhan mengijinkan badai datang untuk melatih iman kita. Tuhan mau agar kita tetap tenang menghadapi masalah dan persoalan bahkan badai hidup sekalipun. Justru karena rasa takut, cemas dan panik membuat kita sulit memahami kehadiran Tuhan. Selain rasa tenang dalam menghadapi badai kehidupan, Tuhan juga mau kita mengambil langkah iman keluar dari perahu untuk menghampiri Tuhan dan berjalan di atas air yaitu berjalan di atas masalah dan persoalan yang kita hadapi.

Saat kita sudah mampu mengalahkan rasa takut dan mulai berjalan di atas air dan badai kehidupan jangan pernah alihkan pandangan kita dari Yesus. Petrus hampir tenggelam karena dia tidak lagi fokus memandang kepada Yesus. Sekalipun dalam perjalanannya mungkin kita juga seperti Petrus yang digoncang imannya karena tiupan angin dan gelombang, namun percayalah Yesus tidak pernah melepaskan tangan kita. Dia pasti menolong kita tepat pada waktunya. (RSN)

Questions:
1. Badai kehidupan apakah yang sedang kita hadapi saat ini?
2. Pelajaran apa dari kisah ini yang dapat kita petik dalam menghadapi badai dalam hidup kita? Diskusikan!

Values:
Terkadang Tuhan mengijinkan badai datang dalam hidup kita untuk melatih iman kita agar kita tetap tenang dan memiliki iman untuk menaklukkan badai itu bersama Tuhan.

Kingdom Quotes:
Badai sebesar apapun dalam hidup kita, percayalah bahwa Tuhan selalu hadir dan Dia pasti menolong kita tepat pada waktunya.