BERPIKIR TENTANG ALLAH

Bacaan Setahun: 
Yeh. 17-18 
Why. 9 

BERPIKIR TENTANG ALLAH 

“Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Matius 16:23)

Pernahkah kita mendengar sebuah ungkapan yang berkata, “sudah percaya saja, kalau membangun hubungan dengan Tuhan atau mendengar Firman Tuhan jangan pakai logika atau pikiran, tapi pakai hati atau roh.” Benarkah hal tersebut? Jika kalimat ini dimaknai salah, maka hal ini seolah memberi pesan bahwa jangan pakai pikiran kita untuk membangun hubungan dan memahami Allah.

Pada awal 90-an dunia dikejutkan dengan sebuah penelitian tentang otak manusia yang memiliki fungsi untuk aspek relasi dengan Tuhan. Fungsi ini disebut sebagai God Spot. God Spot awal mulanya ditemukan oleh ahli riset psikologi dan syaraf, Michael Persinger pada awal tahun 1990-an, serta yang lebih mutakhir lagi ditemukan pada tahun 1997 oleh ahli syaraf V.S Ramachandran dan timnya dari California University yang menemukan eksistensi God Spot dalam otak manusia. God Spot adalah salah satu titik di dalam otak manusia yang berhubungan dengan Tuhannya. Dengan kata lain, rupanya secara organ, terdapat syaraf kecil di dalam otak manusia yang dapat merespon relasi spiritual kita. Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa syaraf tersebut akan menjadi lebih utuh apabila dirangsang saat mengingat Tuhan. Menurut ahli syaraf, syaraf ini sangat unik karena tidak teraliri darah sepanjang hari namun tidak mati. Syaraf ini hanya butuh darah dua sampai empat detik saja sebanyak lima kali sehari. Syaraf ini seperti chip atau module yang ditanam Tuhan dalam otak manusia untuk mendeteksi hal-hal yang berhubungan dengan spiritual dan ilmu yang datangnya langsung dari Tuhan (Wisdom). Fungsi God Spot inilah yang membuat manusia mampu memahami dan memberi makna di balik sebuah peristiwa.

Jadi dalam karya penciptaannya Allah pun ternyata telah menginstal dalam diri kita sebuah kapasitas “receiver/alat penerima signal“ agar manusia bisa membangun relasi dengan Allah dan dapat memaknai peristiwa kehidupan dalam perspektif Ilahi. Dosa menghancurkan atau menghambat atau mem”block” signal Allah sehingga tidak dapat terhubung dengan kita. (Yes 59:2) Tetapi syukur kepada Allah di dalam Yesus Kristus yang karena karya salibNya telah membuka akses “signal” relasi kasih, kebenaran, dan kuasa Allah kepada kita. Tentu dalam kapasitas “otak“ yang kecil mustahil mengenal Allah secara langsung, itu sebabnya Allah menyatakan dirinya melalui perenungan (berpikir) tentang Firman Tuhan, atau melalui pemaknaan-pemaknaan dalam berbagai peristiwa hidup kita setiap hari. Anda mengerti? (HA)

Questions:
1. Apa yang Anda ketahui tentang God Spot ?
2. Bagaimana cara Anda merenungkan (memikirkan) kebenaran firman-Nya?

Values:
Dalam karya penciptaan-Nya Allah telah menginstal dalam diri kita sebuah kapasitas ”receiver“ agar kita bisa membangun relasi dengan-Nya.

Kingdom Quote:

Tanpa mengasihi Allah dengan akal budi, maka kekristenan kita bisa gagal paham.