BERSATU KITA KUAT
Bacaan Setahun:
Ulangan 15:1 – 16:20
Lukas 13:31 – 14:14
Mazmur 44:1–12
“Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.” (1 Korintus 1:10)
Suatu ketika ada batang anggur kecil yang begitu bersemangat untuk hidup. Ia mengisap air dan mineral dari dalam tanah, dan mulai tumbuh. Batang anggur itu masih sangat muda, namun ia cukup kuat untuk menopang dirinya sendiri. Lalu, datanglah angin yang kencang disusul hujan deras hampir setiap hari. Salju pun tak ketinggalan, butiran-butirannya jatuh menimpa bahkan membekukan batang anggur itu. Batang anggur kecil sangat menderita, ia menjadi lemah tak berdaya. Dalam kondisi demikian, akan lebih mudah baginya untuk menyerah dan tidak usah lagi meneruskan hidupnya.
Musim dingin begitu panjang dan batang anggur kecil semakin lemah. Kemudian ia mendengar sebuah suara memanggilnya. Ternyata suara itu datang dari batang anggur yang lain, ”Sini, jangkau batangku dan bergantunglah padaku”. Tapi batang anggur kecil itu masih bimbang. ”Apa artinya ini?” Tetapi akhirnya ia berusaha menjangkau batang anggur lain yang tadi memanggilnya. ”Lihatlah, aku dapat menolongmu”, kata batang anggur tersebut. ”Belitkan saja carangmu padaku dan aku akan menolong agar engkau dapat mengangkat kepalamu”, katanya.
Batang anggur kecil ini yakin bahwa ia akan aman. Sejak itu ia dapat berdiri tegak lagi. Angin, hujan dan salju datang, tetapi batang anggur kecil sudah menempel dan erat bersatu dengan batang anggur lainnya. Meskipun digoyangkan oleh angin dan dibekukan oleh salju, mereka tetap kuat berdiri karena bersatu, satu sama lain. Di dalam kesatuan itu mereka saling menguatkan satu dengan yang lain, sehingga semuanya tetap bertahan, bisa tersenyum dan bertumbuh bersama.
Persekutuan sangatlah penting. Meskipun secara materi kita mampu dan banyak hal yang dapat kita tangani sendiri, namun ada saat-saat di mana topangan sesama, khususnya saudara seiman sangat kita perlukan. Ketika iman menjadi lemah karena beratnya tantangan hidup, ketika kesedihan melanda karena kehilangan orang yang kita kasihi, atau ketika kita butuh seseorang untuk sekadar mendengarkan isi hati kita, di situlah kehadiran saudara seiman sangat berperan. Di dalam kerja sama yang baik, ada tambahan kekuatan dan ada hasil yang lebih maksimal yang dapat kita peroleh.
Pengkhotbah 4:12, “Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.” Kita harus lebih erat bersatu agar kita kuat dan menghasilkan sesuatu yang indah, untuk kemuliaan-Nya. Amin. (AU)
Questions:
1. Apa arti bersatu bagi Anda? Apakah Anda sudah berada dalam komunitas?
2. Mengapa persekutuan sangat penting? Bagaimana dengan persekutuan Anda?
Values:
Jangan berjalan sendiri. Dalam kebersamaan, kita saling menguatkan dan bertahan.
Kingdom Quotes:
Kita mungkin kuat sendirian, tetapi kita jauh lebih teguh ketika bertaut dan bertumbuh bersama.