BERTEKUN DENGAN PENGHARAPAN
Bacaan Setahun:
Yak. 3, Yer. 25-26, Mzm. 131
“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Roma 12:12)
Rasul Paulus menulis surat Roma untuk memberikan nasihat serta penguatan kepada jemaat yang menghadapi tekanan dalam hidup mereka. Dalam surat ini Paulus menekankan tiga hal penting agar orang percaya tetap dapat bertekun dalam pengharapan meskipun menghadapi penganiayaan dan berbagai kesulitan.
Pertama, bersukacita dalam pengharapan. Sebagai warga Kerajaan Allah, pengharapan kita dibangun di atas keyakinan teguh pada salib Kristus dan firman-Nya. Iman yang kokoh meneguhkan bahwa pengharapan di dalam Kristus tidak pernah sia-sia. Sekalipun ada penderitaan, orang percaya dapat tetap bersukacita. Yesus sendiri berkata, “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya… Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga.” (Matius 5:11–12).
Kedua, bertekun menghadapi kesengsaraan. bertekun dalam bahasa aslinya : kartereo (to be strong) = tetap kuat, artinya dalam situasi tersulit sekalipun harus tetap kuat karena ada jaminan dari Allah sesuai dengan yang tertulis dalam 1 Korintus 10 : 13 “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” Selama hidup di dunia, kesengsaraan tidak dapat dihindari. Namun, kita diajak untuk tetap kuat sebab kuasa Kristus cukup bagi kita. Meskipun ada penderitaan, orang yang bertekun hingga akhir akan memperoleh keselamatan. (Matius 24:13)
Ketiga, berdoa dengan tekun. Doa adalah nafas hidup orang percaya dan sumber kekuatan rohani. Di saat penderitaan, doa harus terus dipanjatkan dengan ketekunan, sebab doa yang sungguh-sungguh meneguhkan hati agar tidak mudah putus asa. Paulus mengingatkan, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13). Melalui doa, kita dikuatkan oleh kasih karunia Allah sehingga mampu tetap berpegang pada pengharapan meski dalam situasi sulit.
Tiga hal ini—bersukacita dalam pengharapan, bertekun menghadapi kesengsaraan, dan berdoa dengan tekun—adalah kunci kehidupan Kristen yang tahan uji. Paulus menegaskan bahwa iman bukan sekadar teori, melainkan gaya hidup yang nyata. Dengan hidup bertekun dalam pengharapan, kita tidak hanya bertahan di tengah tekanan, tetapi juga memancarkan wujud Kristus dalam keseharian. Dan pada akhirnya wujud Kristus akan menjadi nyata dalam diri kita semua sebagai warga Kerajaan Allah yang tetap berdiri teguh di atas setiap tekanan atau penderitaan dunia ini. (TL)
Questions:
1. Bagaimana cara kita dapat bertekun dalam pengharapan?
2. Pernahkah Anda ingin menyerah menghadapi tekanan yang sangat berat? Apa yang Anda lakukan untuk tetap bertahan? Saksikan!
Values:
Tuhan selalu menyertai dan memberikan kekuatan pada kita untuk dapat melewati semua proses tekanan atau penderitaan ketika kita mau selalu hidup dalam perkenanan Tuhan.
Kingdom Quotes:
Wujud Kristus akan menjadi nyata dalam diri semua warga Kerajaan Allah ketika kita tetap mampu berdiri teguh di atas setiap tekanan atau penderitaan.