BERTINDAK HATI-HATI

BERTINDAK HATI-HATI 

Bacaan Setahun:

Kej. 19:1 – 20:18
Mat. 7:24 – 8:22
Mzm. 7:1–9

“Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.” (Yosua 1:7)

Banyak sekali kegagalan, pelanggaran, bahkan kehancuran terjadi akibat tidak bertindak hati-hati. Dalam menentukan pilihan dan keputusan pun, apabila kita tidak bertindak hati-hati, maka akan berujung pada salah pilih dan salah mengambil keputusan, yang berdampak bukan hanya bagi diri kita, tetapi juga bagi orang-orang di sekitar kita.

Sebagai makhluk ciptaan Allah, Ia memberikan kepada kita free will untuk menentukan pilihan hidup. Namun, bukan berarti kita boleh mengabaikan firman-Nya yang menjadi rambu dan suluh (pelita) bagi jalan hidup kita. Firman Tuhan adalah pedoman agar kita bertindak hati-hati dalam segala aspek kehidupan. Yosua menerima amanat dari Tuhan ketika ia dipercaya menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel masuk ke Tanah Kanaan: “Bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa.”

Dua kali Tuhan mengatakan hal yang sama kepada Yosua, dan tentu itu merupakan penegasan bahwa hal tersebut sangat penting diperhatikan oleh Yosua sebagai pemimpin. Tuhan mengetahui dengan persis karakter umat-Nya, bangsa Israel yang tegar tengkuk, suka bersungut-sungut, tidak sabaran, dan suka melakukan protes. Oleh sebab itu, Tuhan memberikan peringatan tersebut kepada Yosua agar dalam perjalanannya memimpin bangsa Israel, ia tetap bertindak hati-hati.

Apa relevansinya dengan kehidupan kita sebagai “Israel rohani”? Jika kita jujur di hadapan Tuhan, bukankah karakter bangsa Israel itu juga ada pada diri kita? Tegar tengkuknya kita, kebiasaan kita mengomel, ketidaksabaran kita, bahkan tindakan kita “berdemo” kepada Tuhan ketika keinginan dan harapan kita tidak tercapai. Sering kali firman Tuhan yang kita baca atau dengar berlalu begitu saja, padahal firman itu sangat berperan penting ketika kita melangkah dan mengambil keputusan. Bukankah ketika menunggu jawaban doa atau menantikan janji Allah, kita lebih sering tidak sabar sehingga mengambil jalan pintas, mendahului Tuhan, seolah kita lebih tahu apa yang terjadi di depan kita. Benar, bukan? Ketika mengalami benturan, barulah kita menyadari kesalahan dan memohon ampun kepada Tuhan.

Hari ini firman Tuhan datang kepada kita: apa pun rencana-rencana kita sepanjang tahun 2026, ingatlah selalu firman Tuhan yang menjadi nats kita hari ini, yaitu bertindak hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu. (LA)

Questions:

1. Mengapa kita harus selalu bertindak hati-hati?
2. Apa dampaknya bila kita tidak bertindak hati-hati?

Values:

Firman Tuhan adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku, seharusnya ini cukup membuat kita dapat bertindak hati-hati di dalam segala aspek hidup kita sebagai warga Kerajaan Allah.

Kingdom Quotes:

Bertindak hati-hati sesuai arahan Firman Tuhan, akan berdampak besar bagi masa depan Anda, generasi Anda, keluarga Anda, bahkan lingkungan Anda.