Bertumbuh & Bertransformasi | Rev. Dr. Paul Sene

KITA TIDAK HANYA DISELAMATKAN UNTUK MASUK SURGA, TETAPI DIBENTUK UNTUK MEMBERI DAMPAK DI BUMI

Bertumbuh dan bertransformasi adalah salah satu karunia terbesar yang Tuhan berikan setelah karunia Keselamatan. Tuhan tidak memberi maksud agar kita tidak bertumbuh dewasa atau tidak berdaya, melainkan Ia menghendaki agar kita semakin bertumbuh dan berkembang di dalam Dia. Tuhan menginginkan agar kita dibentuk, ditempa dan membangkitkan kita dalam kepemimpinan, keluarga, pekerjaan dan bukan hanya di gereja. Melalui kehendak-Nya, kita memuliakan nama Tuhan.

Orang percaya diselamatkan tidak hanya untuk masuk ke sorga, tetapi dibentuk untuk memberi dampak di bumi. Seringkali kita merasa bahwa ketika kita menerima Yesus, maka ada kepastian keselamatan. Namun, Tuhan tidak hanya memberikan jaminan keselamatan tetapi juga kita dijadikan perwakilan-Nya di muka bumi untuk menjangkau umat manusia yang terhilang agar nama Tuhan dimuliakan.

PERTUMBUHAN DIMULAI DARI KERINDUAN UNTUK BERTUMBUH, BUKAN SEKADAR PENGETAHUAN

(6) “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” (Matius 5:6)

Jika kita merasa nyaman dengan keadaan rohani kita saat ini, maka kita tidak mengalami kemajuan dan hanya berhenti pada titik tersebut. Hingga saat ini, kita perlu tekun belajar agar kita semakin maju dalam Tuhan dan ada pertumbuhan. Jika dalam diri kita terdapat api yang berkobar-kobar untuk diproses lebih lagi, maka transformasi akan dimulai dalam kehidupan kita. Apabila kita memiliki hubungan yang intim kepada Tuhan, selaras dengan Firman-Nya, transformasi akan terus berjalan dalam hidup kita.

Setelah Tuhan menyelamatkan kita, kita perlu diproses untuk menjadi murid Kristus dalam mewartakan Injil dan hidup kita menjadi cerminan akan keserupaan dengan pribadi Yesus Kristus.

KERINDUAN TANPA KOMITMEN HANYALAH EMOSI DAN KOMITMEN MENGUBAH KERINDUAN MENJADI GAYA HIDUP

(2) “ Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Kerinduan untuk bertumbuh juga harus di dasari pada komitmen, sebab tanpa komitmen kepada Tuhan, kerinduan hanya menjadi emosional sesaat. Dalam perbuatan hidup kita, Tuhan adalah pribadi utama yang menjadi pusat dalam kita membangun komitmen. Jika kita mengenal siapa Tuhan kita, maka kita akan mengasihi Dia dan mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kita.

TRANSFORMASI BUKAN INSTAN, TUHAN MEMBENTUK KITA MELALUI PROSES

Mungkin dari kita ada yang hobi minum kopi instan. Namun, terkadang kita tidak menyadari bahwa kopi instan di dapatkan melalui proses yang panjang dan lama. Demikian juga dengan kehidupan orang percaya, kita harus melewati proses demi proses agar diri kita bisa bertransformasi dan serupa dengan Kristus. Kita butuh sosok yang bisa diteladani dan murid Kristus adalah pedoman atau teladan bagi orang lain.

PERTUMBUHAN TERJADI SAAT KITA BERAKAR DALAM FIRMAN & DOA

(2) “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. (3) Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:2-3)

(30) “Hasil orang benar adalah pohon kehidupan,dan siapa bijak, mengambil hati orang.” (Amsal 11:30)

Doa bukan hanya tentang berbicara tetapi juga penyelarasan kehendak dengan Tuhan Yesus. Firman Tuhan meneguhkan kita ketika badai melanda dan memberikan kita visi untuk semakin kuat dalam Tuhan.  Dengan berpegang pada firman Tuhan, hidup kita tidak digoyahkan. Kita harus membangun gaya hidup saat teduh setiap hari.

Raja Salomo memohon kepada Tuhan hikmat dan kebijaksanaan. Tuhan menghendaki permohonannya itu dan menjadikan dia sebagai raja yang paling berhikmat.  Kita tidak perlu memikirkan diri kita sendiri, melainkan kita harus memikirkan Kerajaan Tuhan dan kebenaran-Nya. Maka, Tuhan akan memelihara kita dan kita tidak akan ditinggalkan oleh-Nya.

JANGAN HANYA MENDENGAR FIRMAN TETAPI LAKUKAN (KEBENARAN TANPA TINDAKAN TIDAK MEMILIKI KUASA)

(22) “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. .” (Yakobus 1:22)

(20) “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.” (Amsal 13:20)

(1) “Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.” (Amsal 12:1)

Jika kita mengintrospeksi diri kita, kita dapat melihat apakah diri kita telah menjadi seorang pelaku firman atau tidak. Kita harus datang kepada Tuhan dan menyelaraskan kehendak kita seturut kehendak-Nya agar kita menjadi pelaku firman.

Jika kita ingin memiliki belas kasihan, kita harus taat kepada Tuhan dan mengasihi sesama. Setiap orang perlu dipulihkan, dibangkitkan dan merasakan belas kasihan Tuhan serta menyelaraskan dirinya dengan Tuhan.

PERTUMBUHAN BUKAN TENTANG KESEMPURNAAN, TETAPI TENTANG TERUS MAJU

(6) “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” (Filipi 1:6)

Kehidupan orang percaya tidak selalu berjalan mulus. Mungkin di tengah jalan kita jatuh dan gagal tetapi janganlah kita menyerah. Sebab, ketika kita menyerah artinya sudah selesai. Namun, ketika kita memilih bangkit dan berjalan kembali maka Tuhan akan hadir untuk menguatkan kita agar kita diberikan-Nya kesempatan. Ketakutan terbesar si Iblis bukanlah orang Kristen yang sempurna, melainkan orang Kristen yang konsisten. Si Iblis berusaha untuk menyimpangkan kehidupan kita sebab ia takut karena kekonsistenan kita untuk selaras dengan Tuhan dan kehendak-Nya. Amin (AH)