BESELANCAR DI ATAS GELOMBANG

BESELANCAR DI ATAS GELOMBANG 

Bacaan Setahun:
Ibr. 4:14-6:12, Kej. 49:1-50:26, Mzm. 39

“Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombangambingkan gelombang, karena angin sakal.” (Matius 14:24)

Pertengahan tahun 2023 yang lalu, saya sedang duduk-duduk di Pantai Legian Bali, menemani cucu-cucu saya bermain pasir di Pantai Legian. Waktu itu sore hari, sambil menunggu matahari terbenam, saya melihat orang-orang berselancar bermain ombak agak ke tengah laut. Mereka berselancar di atas gelombang naik turun, timbul tenggelam tanpa rasa takut sedikitpun.

Di dalam Matius 14:22 Yesus memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Yesus menyuruh orang banyak pulang. Meskipun sedang menghadapi angin sakal dan mereka diombang-ambingkan gelombang, namun karena diperintahkan Guru mereka untuk pergi ke seberang, mereka tidak mengubah haluan dan berlayar kembali, tetapi berusaha sekuat tenaga untuk tetap maju. Perhatikanlah, meskipun masalah dan kesulitan mengganggu pekerjaan kita, janganlah kita mundur, tetapi tetap maju di tengah semua rintangan itu.

Gelombang kehidupan dan banyaknya permasalahan bisa membuat orang tidak jernih dalam memandang kondisinya. Misalnya, orang yang menderita sakit menahun. Mereka bisa lupa bahwa Tuhan tidak tertidur dan tetap berkarya menguatkan dan meneguhkan mereka. Jika sudah lupa, orang tidak lagi punya semangat melanjutkan hidup, bisa jadi mencari jalan lain di luar kuasa Tuhan.

Ada banyak orang berpikir kalau kita taat sama Tuhan, maka kita akan dijauhkan dari gelombang. Kita harus tahu bahwa angin badai dan gelombang itu tetap datang, dan Tuhan ingin kita diproses untuk membuat kita semakin kuat di dalam iman. Tetapi di dalam semua proses dan gelombang yang ada, Tuhan ada bersama-sama dengan kita.

Bagaimana dengan pengalaman kita masing-masing? Apakah mata hati kita masih jernih sehingga dapat mengenali karya Tuhan? Ataukah permasalahan telah membutakan kita? Berdoalah dan andalkan Tuhan, supaya Tuhan memampukan kita memiliki kejernihan hati melihat hidup ini dan tidak takut menjalaninya. Gelombang sebesar dan setinggi apa pun, tidak akan membuat kita takut dan menyerah karena ada Tuhan di samping kita, ada penyertaan-Nya yang luar biasa, amin. (AU)

Questions:
1. Apakah anda masih merasakan hidup dalam gelombang badai walaupun Anda sudah taat kepada Tuhan? Diskusikan!
2. Bagaimana sikap Anda jika menghadapi gelombang dan badai kehidupan? Saksikan!
Values:
Gelombang sebesar dan setinggi apa pun, tidak akan membuat kita takut dan menyerah karena ada Tuhan di samping kita.

Kingdom’s Quotes
Seperti seorang peselancar yang mengharapkan gelombang datang, demikian kehidupan ini, jika gelombang badai datang, berselancarlah dengan indah!