BILA ENGKAU TAK BESERTAKU

BILA ENGKAU TAK BESERTAKU 

Bacaan Setahun: 
2 Raj. 2-3 , Mrk. 4 

“Berkatalah Musa kepada-Nya: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.” (Keluaran 33:15)

Ada sebuah lagu kesukaan saya berjudul: “Bila Engkau tidak besertaku”; liriknya berbunyi: “Bila Engkau tak besertaku, Kutak mau berjalan, Ku perlu Tuhan, Pimpin langkahku, dan berjalanlah denganku.” Lagu ini memberi inspirasi buat saya untuk selalu mengandalkan Tuhan dan mengikutsertakan Tuhan dalam setiap langkah hidup saya, baik di dalam rumah tangga, pekerjaan dan pelayanan.

Kita semua perlu Tuhan. Baik itu tahun-tahun yang lalu, dan sekarang dalam menjalani tahun 2024 ini, kita harus mengandalkan Tuhan. Banyak tantangan yang akan terjadi. Sampai bulan April pada waktu renungan ini saya tulis, sudah banyak berita yang kita dengar dan banyak hal yang kita alami dan membuat kita tidak nyaman. Karena itu, hanya perlindungan dan penyertaan Tuhan yang kita butuhkan untuk menjalani hidup ini.

Musa di dalam Keluaran 33:15, memerlukan Tuhan berjalan bersamanya, dan ia tidak mau pergi tanpa Tuhan. Musa tahu, tanpa penyertaan TUHAN, bangsa Israel akan mengalami masalah dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian. Banyak tantangan yang akan mereka hadapi di Padang Gurun tanpa TUHAN. Oleh karena itu Musa meminta kepada Tuhan untuk membimbing dan menyertai mereka sebagai Tiang Awan pada siang hari dan Tiang Api pada malam hari. Oleh karena itu, mari dengan penuh kerendahan hati kita memohon kepada Tuhan untuk berada di depan kita senantiasa.

Ada satu hal yang sering kita lupakan dalam melibatkan Tuhan yaitu berkata, “Jika Tuhan menghendaki”. Kata-kata ini selalu dihubungkan sebagai kata-kata dari orang yang tidak beriman. Sebenarnya, kata-kata “jika Tuhan menghendaki” adalah sesuatu yang alkitabiah karena hal ini di firmankan Tuhan di dalam Yakobus 4:15, “Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

Dengan mengatakan “jika Tuhan menghendaki”, sebenarnya menunjukkan bahwa orang yang mengatakan itu adalah orang yang beriman, orang yang berserah sepenuhnya kepada Tuhan, orang yang percaya jalan kehidupannya dipimpin oleh Tuhan, orang yang percaya bahwa Tuhan berdaulat atas hidupnya dan atas segala sesuatu yang ada di dunia ini. Dengan mengatakan “jika Tuhan menghendaki”, kita belajar untuk tidak memegahkan atau menyombongkan diri sendiri, dan sebaliknya kita mengandalkan Tuhan. Anda setuju? (AU)

Questions:
1. Apakah Anda sering melibatkan Tuhan dalam kegiatan Anda sehari-hari?
2. Menurut Anda pernyataan ”jika Tuhan menghendaki” itu pernyataan orang yang beriman atau tidak beriman? Diskusikan!
Values:
Dengan mengatakan “jika Tuhan menghendaki”, kita belajar untuk tidak memegahkan atau menyombongkan diri sendiri.

Kingdom’s Quotes:
Tanpa penyertaan dan kehendak Tuhan, mustahil segala sesuatunya akan terjadi dalam kehidupan kita.