BOARDING PASS
Bacaan Setahun:
Wahyu 9, Neh. 12, Mzm. 104:1-23
“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (Matius 24:42)
Kita tentu tahu betapa pentingnya memiliki boarding pass untuk dapat naik ke pesawat yang kita tumpangi. Seterkenal apa pun kita, bahkan sekalipun memiliki jabatan atau kedudukan tinggi, peraturan naik pesawat tetap sama, yaitu wajib menunjukkan boarding pass. Itu adalah ketentuan yang dibuat oleh maskapai penerbangan, dan sebagai penumpang kita patut tunduk kepada peraturan tersebut.
Boarding pass itu ibarat keselamatan. Sebagai orang percaya kita pun wajib memilikinya dan bertanggung jawab atas keselamatan masing-masing. Keselamatan tidak bisa diwakilkan atau ditumpangkan kepada teman, pasangan, atau keluarga terdekat. Saat kita memutuskan untuk lahir baru, percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, pada saat itu juga kita menerima keselamatan. Namun, kita pun bertanggung jawab untuk mengerjakan keselamatan itu sampai akhir hidup. Firman Tuhan menasihati: “kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar” (Filipi 2:12b).
Jangan pernah menganggap remeh keselamatan yang telah Tuhan anugerahkan. Sebagaimana kita menjaga boarding pass agar tidak hilang, demikian pula kita harus menjaga keselamatan yang sudah Tuhan berikan. Memang benar keselamatan itu bersifat kekal, tetapi bukan berarti kita boleh meremehkannya atau berlaku sesuka hati. Tiap-tiap kita akan mempertanggungjawabkannya ketika bertemu muka dengan Sang Pemberi keselamatan. Tidak seorang pun tahu kapan waktunya tiba. Itu sebabnya ayat pembuka kita menegaskan, “Karena itu, berjaga-jagalah!”
Untuk sebuah tiket boarding pass kita harus bayar untuk mendapatkannya, dan kita bisa begitu baik menjaganya, supaya tiba masa keberangkatan kita bisa tetap naik ke pesawat. Lalu, mengapa untuk sebuah keselamatan yang Tuhan berikan dengan cuma-cuma, masih saja ada orang percaya yang berlaku sesuka hati dengan hidupnya, seolah waktu adalah miliknya, bisa bertobat kapan saja ia mau.
Rasul Paulus menegaskan, bahwa kita harus mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar, hiduplah seolah-olah hari ini adalah hari terakhir untuk Anda, bijaklah dengan waktu yang ada, seolah-olah itu adalah 1 jam terakhir bagi Anda. Tidak ada seorang pun yang tahu kapan waktu dan saatnya tiba, bukan? (LA)
Questions:
1. Mengapa kita harus mengerjakan keselamatan yang Tuhan sudah berikan?
2. Jelaskan makna berjaga-jaga bagi diri Anda, sebagai orang yang telah menerima keselamatan!
Values:
Salah satu bentuk ketaatan kita sebagai seorang warga Kerajaan Allah adalah dengan mengerjakan keselamatan yang Tuhan sudah berikan dengan cuma-cuma.
Kingdom Quotes:
Boarding pass hanya berlaku sekali, demikian pula keselamatan. Berjaga-jagalah sebab kita tak pernah tahu kapan tiba waktunya menuju Rumah Bapa di surga.