CEGUKAN ROHANI
Bacaan Setahun:
Ayb. 40:3 – 42:17, Mat. 25:14–46, Mzm. 18:43–50
“Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” (Yakobus 1:3)
Ketika kita makan atau minum tergesa-gesa, kita mungkin pernah mengalami kontraksi tiba-tiba yang berulang-ulang pada pernapasan yang disebut cegukan. Gangguan ini biasanya tidak berlangsung lama dan berhenti setelah minum air sedikit demi sedikit. Meski bukan hal yang serius, namun cegukan bisa berkelanjutan dan mengganggu kegiatan kita.
Demikian juga dalam kehidupan rohani, adakalanya orang percaya mengalami saatsaat kehilangan damai sejahtera atau tidak nyaman tanpa alasan yang jelas. Metafora cegukan rohani menunjuk pada gangguan kecil yang berkelanjutan seolah-olah Tuhan memperingatkan kita untuk berhenti sejenak dari kehidupan yang penuh kesibukan dan memeriksa apakah keadaan hati dan prioritas kita sudah benar di hadapan-Nya.
Gangguan kecil tersebut bisa berupa keraguan akan janji Tuhan, tawar hati, kesulitan berkonsentrasi saat berdoa, ketidaksabaran dan reaksi negatif terhadap sesuatu atau perilaku seseorang, rasa bersalah, kegelisahan yang mendadak muncul, atau melewatkan waktu doa karena kesibukan. Meskipun cegukan rohani merupakan hal yang wajar sebagai bagian pengalaman manusia, namun jika diabaikan, ia akan berpotensi mengganggu pertumbuhan iman dan kedewasaan rohani orang percaya.
Seperti halnya cegukan fisik yang mengganggu ritme pernapasan, cegukan rohani mengganggu kenyamanan hidup, dengan tujuan agar kita kembali menyelaraskan diri dengan kehendak Tuhan. Ketika masalah diijinkan datang dan melanda kehidupan kita, Tuhan tentu tidak bermaksud menghukum, melainkan menunjukkan kasih-Nya dan menginginkan pertumbuhan dan kedewasaan iman kita. Kegelisahan hati Daud pulalah yang membuatnya berseru agar Tuhan menyelidiki dan mengenal hatinya (Mazmur 139:23) sehingga ia bertobat dan kembali kepada Tuhan.
Karena itu orang percaya harus senantiasa peka terhadap peringatan dan teguran Roh Kudus ketika cegukan rohani muncul, antara lain saat kita begitu sibuk dengan pekerjaan, pelayanan, hobi, penggunaan gawai yang berlebihan, sehingga kehilangan waktu yang berkualitas untuk membangun hubungan dengan Tuhan dan keluarga. Ketika kita dipimpin oleh Roh dan menggunakan momen ini untuk berdoa, merenungkan Firman Tuhan dan memperbaiki hubungan dengan Tuhan, maka cegukan rohani akan menjadi sarana pemulihan dan pertumbuhan iman. Jadi ketika muncul kontraksi tiba-tiba pada diafragma rohani, kemungkinan kita sudah cukup banyak menyantap ‘makanan duniawi,’ maka marilah segera minum ‘air dingin’ Firman Tuhan, dan kembali menikmati relasi intim bersama-Nya sehingga mampu melewati Lembah Ujian di Tahun Penentuan ini dengan tuntunan Tuhan. (YL)
Questions:
1. Mengapa ‘cegukan rohani’ bisa muncul dalam kehidupan orang percaya?
2. Bagaimana cara kita mengatasi gangguan rohani tersebut?
Values:
Peringatan dan teguran Roh Kudus seringkali diberikan lewat hal sederhana.
Kingdom Quotes:
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh. (Galatia 5:25)