COMPASSION for The LOST

COMPASSION for The LOST

Bacaan Setahun:

Bilangan 31:25 – 32:42
Lukas 8:40 – 9:9
Mazmur 40:1–8

“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak mempunyai gembala.” (Matius 9:36 – TB2)”

Welcome April 2026. Tema utama renungan bulan April 2026 adalah Compassion for The Lost yang memiliki arti Belas Kasihan kepada yang Terhilang. Perhatikan sejenak pernyataan ini, “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan…” apakah kita memiliki hati yang dimiliki oleh Yesus? Mari kita belajar tiga hal tentang Compassion for The Lost.

Yang pertama, Hati yang Tergerak – Matius 9:36. Kata “tergeraklah hati-Nya” berasal dari bahasa Yunani splagchnizomai – diguncang dari dalam, belas kasihan yang lahir dari lubuk terdalam. Pada masa itu, Israel hidup di bawah tekanan Romawi dan kepemimpinan rohani yang kering. Mereka “lelah dan terlantar” (eskulmenoi kai errimmenai) tersayat dan terbuang, seperti domba tanpa gembala. Yesus tidak hanya melihat kerumunan; la melihat luka. Perhatikan dalam Yehezkiel 34:6 bahwa domba-domba tercerai-berai tanpa gembala. Hari ini, kita melihat ada banyak orang yang tampak kuat di luar tetapi hancur di dalam. Belas kasih dimulai ketika kita berhenti menghakimi dan mulai melihat dengan hati Kristus. Apakah kita sudah memiliki hati yang tergerak seperti yang dimiliki oleh Yesus?

Yang kedua, Kasih – Belas Kasihan – Mukjizat. Dalam Injil, mukjizat sering lahir dari belas kasihan. Injil Markus 6:34 menyatakan bahwa, “Hati-Nya tergerak oleh belas kasihan… lalu la mengajar mereka.” Belas kasihan bukan emosi pasif, tetapi kasih yang bertindak. Kata Ibrani rachamim (rahim) menggambarkan kasih sedalam kasih ibu. Dari hati seperti itu lahir pengajaran, penyembuhan, dan pemulihan. Pada masa kini, mukjizat terbesar bukan hanya kesembuhan fisik, tetapi pemulihan jiwa yang tersesat. Ketika gereja digerakkan oleh compassion/belas kasihan, maka pelayanan menjadi hidup dan relevan.

Yang ketiga, Apa yang Menggerakkan Hatimu? Kerumunan bisa menggerakkan emosi, tetapi hanya Roh Kudus yang menggerakkan belas kasihan sejati. Paulus dalam Kolose 3:12 menegaskan, “Kenakanlah belas kasihan.” Rasa belas kasihan adalah keputusan rohani, bukan sekadar perasaan. Dunia menggerakkan hati dengan sensasi; Kerajaan Allah menggerakkan hati dengan kasih. Apa yang sedang menggerakan hati kita saat ini?

Belas kasihan adalah denyut jantung Kerajaan Allah, Jika hati kita tidak tergerak melihat yang terhilang, kita belum sepenuhnya berjalan dalam hati Kristus. Mintalah Roh Kudus melembutkan hati, membuka mata, dan menggerakkan langkah. Jangan hanya melihat kerumunan-lihat jiwa. Stay blessed. (DW)

Questions:

1. Apakah kita sudah memiliki hati-Nya Yesus?
2. Bagaimana proses mukjizat terjadi?

Values:

Seorang Warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mengenali siapa dirinya dan apa yang menggerakkan hatinya.

Kingdom Quotes:

Belas kasihan bukan sekadar rasa iba; itu adalah hati Kristus yang bergerak melalui hidupmu untuk menjangkau yang terhilang.