CRITICAL MOMENT
Bacaan Setahun:
Luk. 4:1-30
Yeh. 44-45
Yes. 64
“Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: “Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.” (Kejadian 39:12)
Saul dan Mina adalah teman satu kantor di sebuah perusahaan. Mereka melakukan perselingkuhan di kantor tersebut. Padahal Saul dan Mina adalah sesama anak Tuhan dan Mina sudah mempunyai pasangan. Mereka mengetahui bahwa apa yang dilakukannya salah, apa lagi mereka juga sesama pelayan Tuhan di gerejanya masing-masing. Mereka menyadari atas kesalahan yang dilakukannya, tetapi mereka tetap melakukannya.
Critical Moment adalah masa kritis di mana seharusnya kita bisa menolak perbuatan dosa yang tentunya tidak berkenan di hadapan Bapa. Dalam kehidupan ini, kita pasti pernah mengalami masa kritis ini. Masa tersebut adalah masa yang sangat sulit untuk membuat keputusan, antara kita mau melakukan perbuatan dosa atau meninggalkannya. Seperti kisah Saul dan Mina, mereka tenggelam dalam perbuatan dosanya, karena pada saat masa kritis datang, mereka mengabaikannya dan mereka tetap melakukan perbuatan dosa hari demi hari.
Dalam Alkitab, ada kisah yang sudah terkenal, yaitu kisah Yusuf dengan istri Potifar (Kejadian 39:6-12) dan kisah Daud dengan Batsyeba (2 Samuel 11:1-5). Mereka juga mengalami masa kritis. Ada persamaan dan perbedaan antara Yusuf dan Daud. Persamaannya adalah mereka sama-sama dikatakan elok parasnya dalam Alkitab dan mereka sama-sama mendapat godaan dari istri orang. Inilah masa kritis yang seharusnya mereka bisa tolak. Tetapi yang membuat berbeda adalah Yusuf berani menolak istri Potifar pada saat masa kritis itu datang, sedangkan Daud tidak bisa menahan nafsu berahinya sehingga ia berzina dengan istri orang lain.
Dalam hidup kita pun pasti akan mengalami masa kritis. Masa kritis tersebut tidak selalu berupa godaan seksual, tetapi bisa jadi dalam bentuk godaan lainnya – mencuri uang perusahaan, berbohong kepada relasi, ketidakjujuran dengan suami/istri, dan seterusnya. Di sini kita harus belajar untuk melewati critical moment. Ada beberapa hal yang harus dilakukan pada saat masa kritis tersebut datang. Pertama, menyadari bahwa Tuhan Maha hadir. Ia tahu persis apa yang sedang kita lakukan. Kedua, berani untuk mengatakan tidak terhadap dosa! Ketiga, menghubungi sahabat terdekat. Sahabat yang dapat dipercaya bisa saling mengingatkan dan menasihati. Godaan akan selalu tampak indah. Pilihan di tangan kita, menolak atau tetap melakukannya. Masa kritis adalah masa di mana iman kita akan diuji, keputusannya di tangan kita. (AU)
Questions:
1. Apakah Anda pernah mengalami critical moment?Dalam hal apa? Bagaimana Anda melaluinya?
2. Apa yang Anda lakukan waktu menghadapi critical moment tersebut? Diskusikan!
Values:
Tetap setia pada Tuhan di masa kritis menunjukkan kedewasaan iman dan ketaatan sejati, bahkan ketika godaan tampak indah dan menggoda.
Kingdom Quotes:
Masa kritis bukan saat kita jatuh, tetapi saat kita membuktikan siapa yang sesungguhnya kita taati — dosa atau Tuhan.