DARI LEMBAH UJIAN MENUJU LEMBAH PUJIAN
Bacaan Setahun:
Ayb. 25:1 – 29:25
Mat. 21:33 – 22:14
Mzm. 18:7–15
“Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.” (1 Petrus 4:12)
Kata Yunani asli untuk ungkapan “nyala api siksaan” adalah pyroseis, yang berarti pembakaran, siksaan yang hebat, atau api yang membakar. Dalam konteks ayat tersebut, makna yang lebih ditekankan bukanlah penghancuran, melainkan api yang memurnikan. Kita memahami bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan. Dalam setiap perjalanan, tidak selamanya jalan yang dilalui mulus; selalu ada rintangan dan ujian. Di sinilah cara kita merespons rintangan tersebut akan sangat menentukan arah dan kelanjutan perjalanan hidup kita. Ujian dan tantangan merupakan proses pembelajaran agar kita semakin mengandalkan Tuhan. Melalui proses itu, kita disadarkan bahwa kekuatan kita terbatas. Hanya bersama Tuhan—yang kuasa-Nya tidak terbatas—kita dimampukan untuk bertahan, bahkan menang, melewati setiap lembah ujian dalam kehidupan.
Tuhan tidak pernah berjanji bahwa hidup ini akan bebas dari ujian, tetapi Tuhan berjanji untuk setia menyertai perjalanan hidup kita, bahkan ketika kita berada di dalam lembah kekelaman. Seperti yang tertulis dalam Mazmur 23:4 (TB), “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” Daud mempercayakan seluruh hidupnya kepada Tuhan karena ia yakin akan penyertaan dan pembelaan Tuhan atas setiap persoalan yang dihadapinya.
Ada dua hal penting yang diyakini Daud. Pertama, gada, yang melambangkan perlindungan dan kekuatan dari Tuhan untuk menghadang bahaya serta melawan musuh. Kedua, tongkat, yang melambangkan arahan, tuntunan, dan kasih sayang Tuhan yang setia menuntun umat-Nya—seperti gembala menuntun domba—agar berjalan di jalan yang benar dan menerima pertolongan-Nya dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan hidup. Kedua hal tersebut menjadi jaminan penghiburan dan rasa aman dari Tuhan, bahkan ketika kita berada di tengah lembah kekelaman sekalipun.
Karena Tuhan telah memberikan jaminan kesetiaan-Nya, kita tidak perlu takut atau khawatir saat menghadapi lembah ujian atau kegelapan hidup. Justru pada saat itulah kita sedang dimurnikan agar semakin dewasa dalam iman, semakin bergantung kepada Tuhan, dan semakin serupa dengan gambar-Nya. Oleh sebab itu, ubahlah cara pandang kita. Pandanglah ujian dan penderitaan yang sedang kita alami sebagai proses yang akan membawa kita semakin bersinar dalam kemuliaan Tuhan. Percayalah bahwa kita akan menerima mahkota yang dari Tuhan, seperti yang tertulis dalam Yakobus 1:12, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barang siapa yang mengasihi Dia.” (TL)
Questions:
1. Lembah ujian apa yang sedang anda alami saat ini?bagaimana respons anda saat menjalaninya?
2. Apa yang harus kita lakukan untuk bisa kuat menghadapi lembah ujian? Diskusikan!
Values:
Ujian adalah proses menuju kedewasaan untuk semakin bijak menjalani kehidupan.
Kingdom Quotes:
Lembah ujian adalah tempat untuk kita bergantung dan mengandalkan Tuhan.