DENGARKAN FIRMAN-NYA, DAN BANGKITLAH!

DENGARKAN FIRMAN-NYA, DAN BANGKITLAH! 

Bacaan Setahun:

Kej. 11:10 – 13:18
Mat. 5:21–42
Mzm. 5:1–12

“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.” (Amsal 24:16)

Pada tahun 1962, Nelson Mandela ditahan dan dituduh melakukan sabotase serta bersekongkol untuk menggulingkan pemerintahan. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dalam Pengadilan Rivonia. Mandela menjalani masa kurungan selama 27 tahun. Kampanye internasional yang menuntut pembebasannya membuat ia akhirnya dibebaskan pada tahun 1990. Kemudian, dalam pemilihan umum multiras tahun 1994, ia terpilih menjadi Presiden Afrika Selatan dan membentuk Pemerintahan Persatuan Nasional. “Jangan menilai saya dari keberhasilan-keberhasilan saya; nilailah saya dari banyaknya kejatuhan saya dan bagaimana saya bangkit kembali.” (Nelson Mandela)

Memasuki bulan Januari 2026, kita berada di awal tahun yang baru. Allah tidak pernah menjanjikan hidup tanpa kesukaran, tetapi Ia menjanjikan pemeliharaan-Nya dalam segala keadaan. Seperti tertulis dalam 2 Korintus 4:8–9, “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan; kami dihempaskan, namun tidak binasa.” Mungkin pada tahun yang telah berlalu kita mengalami banyak hal yang menimbulkan kesengsaraan, pencobaan, atau kemalangan. Namun sebagai orang yang dibenarkan oleh Allah, kita akan bangkit kembali, sebab kasih karunia Allah menyertai kita dan terus memampukan kita menghadapi setiap tantangan dengan iman yang teguh.

Yesus berkata, “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” (Markus 4:9). Hal yang sama berlaku bagi setiap kita. Allah ingin berbicara kepada kita, dan kita perlu meluangkan waktu untuk mendengarkan-Nya. Ketika kita mendengar suara Allah, itu menunjukkan bahwa kita adalah bagian dari keluarga-Nya. Jika tidak ada komunikasi dengan Allah, itu berarti kita sebenarnya tidak memiliki hubungan pribadi dengan-Nya. Kita hanya mengetahui tentang Dia, tetapi tidak sungguh-sungguh mengenal-Nya. Sebaliknya, ketika kita berbicara kepada Allah dan juga mendengarkan suara-Nya, di situlah bukti adanya hubungan yang nyata dengan-Nya. Mendengar suara Allah juga menolong kita terhindar dari kesalahan. Saat kita semakin peka terhadap suara-Nya, kita akan menyadari bagaimana Ia menegur dan memperingatkan kita terhadap jebakan, bahaya, atau jalan yang berliku di depan.

Dengan mendengarkan suara Allah dan melakukan segala sesuatu menurut cara-Nya, kita menyelamatkan diri dari banyak kehilangan waktu, tenaga, kekecewaan, bahkan kegagalan. Kiranya setiap kejatuhan membuat kita semakin kuat, setiap kegagalan meneguhkan iman, dan setiap bangkit kembali membawa kita selangkah lebih dekat kepada rencana Allah. (AU)

Questions:

1. Apakah Anda orang yang seringkali mengalami jatuh bangun dalam kehidupan? Apa yang anda lakukan untuk bangkit kembali?
2. Apakah Anda sudah mempunyai hubungan pribadi dengan Allah? Diskusikan!

Values:

Bangkit kembali bukan sekadar keberanian, tetapi respons iman kepada Allah yang setia menopang kita dalam setiap kejatuhan.

Kingdom Quotes:

Setiap kali kita jatuh, kasih karunia Allah selalu menunggu untuk mengangkat kita kembali.