Developing Kingdom Legacy | Pdt. Eluzai Frengky Utana

Bagaimana kita dapat mengembangkan warisan Kerajaan Allah? Untuk itu kita harus menjadi murid yang mengerti dan juga menghidupi Firman Tuhan yang kita pelajari dari Injil Yohanes 17:1-26.

Live to Exalt The LORD (Hidup untuk mempermuliakan TUHAN)

Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
(Yohanes 17:1)

Warisan utama yang perlu kita miliki dan kembangkan adalah teladan hidup yang mempermuliakan Tuhan. Abraham memberikan teladan hidup yang mau menyerahkan anak perjanjian yang sangat dikasihinya kepada Tuhan dan dia menerimanya kembali. Tuhan Yesus juga mengajarkan jika ada yang meminta jubah kita, maka berikan juga baju kita, karena pada saat kita menyerahkan secara total, maka akan menerima kembali secara ajaib. Jadi warisan itu bukan berbicara mengenai kita, tapi mengenai apa yang Tuhan lakukan melalui hidup kita untuk dapat mengenal Dia.

Open Minded (Berpikiran Terbuka)

Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:2-3)

Berpikiran terbuka artinya tidak membeda-bedakan orang, tidak dibatasi suku, status, atau golongan tertentu. Murid-murid Tuhan Yesus ada yang berlatar belakang dokter, nelayan, pemungut cukai, juga orang-orang berdosa. Di mana pun Tuhan menempatkan kita, lakukanlah pelayanan dengan sukacita. Pelayanan tidak untuk sekedar bersenang-senang, namun harus seturut kehendak Tuhan. Melayani orang-orang yang bermasalah (orang-orang tertolak, terlibat narkoba, kepahitan) berkatnya sama dengan melayani orang-orang yang normal. Sebaliknya, jika dalam pelayanan ada kelompok atau golongan yang lebih disukai, maka ini tidak akan bernilai kekal dan tidak dapat menjadi legacy.

Available to Anyone (Menyediakan Diri untuk Melayani Siapapun)

Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.  Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; (Yohanes 17:12,20)

Sediakan diri untuk melayani siapapun. Jangan memilih-milih pelayanan, apakah di tempat yang enak atau tidak enak, di desa atau di luar negeri. Pelayanan itu bukan sekedar melatih keterampilan dan talenta, tetapi untuk membentuk karakter. Seorang dokter yang bersedia melayani dengan imbalan lebih kecil karena melayani pasien-pasien BPJS sebenarnya sedang menolong dirinya. Ketika kita berusaha menolong orang yang kesulitan finansial, sebenarnya kita sedang menolong diri sendiri secara finansial. Kita melayani Tuhan yang ‘omnipresent’ ada di mana-mana dan melihat apa yang kita lakukan.

Reach Out to Others (Menjangkau Orang Lain)

Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.” (Yohanes 17:24-26)

Saat kita sudah dipulihkan, maka kita perlu menjangkau orang-orang yang hidupnya sama seperti masa lalu kita. Jika rumah tangga kita hampir hancur, namun bisa dipulihkan, maka kita harus menjangkau orang-orang yang berada di dalam permasalahan rumah tangga. Demikian juga jika kita pernah sakit dan disembuhkan Tuhan, maka segala pengalaman hidup yang kita alami saat kita mengalami pertolongan Tuhan, haruslah kita pakai sebagai sarana untuk menjangkau dan menolong orang-orang lain.

Saat kita melakukan keempat hal di atas, maka kita sedang mengembangkan warisan Kerajaan Allah bagi generasi penerus kita. Generasi penerus kita akan mewarisi nilai-nilai Kerajaan Allah, sehingga hidup mereka menjadi berkat dan nama Tuhan semakin dipermuliakan. Amin. (VW).