DI TANGAN SANG MAESTRO
Bacaan Setahun:
1 Kor. 15:1-34
2 Raj. 10
Mikha 1
“Maka berbicaralah ia, katanya: “Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.” (Zakharia 4:6)
William Wolcott adalah seorang seniman terkenal asal Inggris yang sedang berkunjung ke New York untuk menemui sahabatnya. Pada saat itu, Wolcott sangat terkesan dengan keindahan kota New York hingga ia segera terdorong untuk membuat sketsa tentang kota tersebut. Ketika bertemu dengan sahabatnya di sebuah kantor, ia melihat selembar kertas di atas meja dan bertanya, “Bolehkah aku memintanya?”Sahabatnya menjawab, “Itu bukan kertas sketsa, hanya kertas pembungkus biasa.” Namun karena tidak ingin kehilangan inspirasi yang muncul tiba-tiba, Wolcott mengambil kertas pembungkus tersebut dan berkata, “Tidak ada yang biasa-biasa jika kita tahu bagaimana menggunakannya.”
Di atas kertas pembungkus biasa itu, Wolcott membuat dua sketsa. Kelak, kedua sketsa tersebut dibeli dengan harga 1.500 dolar—jumlah yang sangat besar pada tahun 1924! Di tangan seorang maestro, kertas bekas pembungkus pun dapat menjadi karya bernilai tinggi. Tidak peduli terbuat dari apa kertas itu, ia dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga di tangan seorang ahli.
Demikian pula hidup kita di tangan Allah. Seperti tertulis dalam Yesaya 43:4a, “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia.” Menurut pandangan dunia, mungkin kita hanya seperti kertas pembungkus biasa—tampak tidak bernilai dan tidak diperhitungkan. Namun, di tangan Tuhan, yang biasa dapat menjadi luar biasa. Orang yang dianggap remeh bisa menjadi pribadi yang berharga dan berdampak! Kisah Para Rasul 1:8a mengatakan: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.” Kuncinya terletak pada sejauh mana kita mengizinkan tangan Sang Maestro bekerja dalam hidup kita. Seberapa besar ruang yang kita berikan kepada Tuhan akan sangat menentukan keberhasilan hidup kita. Di sinilah pentingnya kerendahan hati—untuk menyadari bahwa tanpa Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa.
Firman Tuhan menegaskan bahwa bukan oleh kekuatan atau kemampuan kita, melainkan oleh Roh Tuhan yang bekerja di dalam kita (Zakharia 4:6). Apakah kita hanya seperti kertas pembungkus biasa? Itu bukan persoalan, selama kita berada di tangan Tuhan. Apakah kita hanyalah orang biasa? Itu pun tidak menjadi masalah, selama kita berada di tangan Pribadi yang Mahadahsyat. Matius 12:12a berkata: “Bukankah manusia jauh lebih berharga daripada domba?” Kita ini sangat berharga di mata-Nya. Maka biarkan Sang Maestro membentuk hidup kita menjadi karya agung bagi kemuliaan-Nya. (AU)
Questions:
1. Sudahkah Anda mengizinkan Tuhan, Sang Maestro, membentuk dan memakai hidup Anda sepenuhnya?
2. Apakah Anda masih merasa diri “biasa saja”, padahal di mata Tuhan Anda sangat berharga?
Values:
Hidup akan memiliki nilai dan tujuan sejati ketika kita berada di tangan Tuhan, seperti kertas biasa di tangan seniman besar.
Kingdom Quotes:
Bukan siapa kita di mata dunia, tapi siapa kita di tangan Tuhan yang menentukan nilai sejati kita.