DIBENARKAN OLEH IMAN
Bacaan Setahun:
2 Pet. 3
Yer. 45-46
Mzm. 141
“Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.” (Roma 5:1–2)
Masih ingatkah Anda ketika Jonatan Christie meraih juara bulu tangkis di Asian Games? orang kagum atas prestasinya. Namun, ketika ia menyatakan syukur kepada Tuhan Yesus dan berjanji menyumbangkan sebagian hadiahnya bagi korban bencana di Lombok, reaksi di media sosial tidak semuanya positif. Ada pujian yang tulus, tetapi juga muncul komentar sinis bahkan kasar seperti, “Semoga dapat hidayah,” “Baik hati, tapi kafir,” atau “Amal tetap masuk neraka.”
Dari reaksi itu, kita melihat adanya stereotipe yang berakar pada kesombongan rohani: ada yang merasa agamanya paling benar sehingga apa pun yang dilakukan orang lain dianggap tidak bernilai. Namun, mari jujur, bukankah kita sebagai orang Kristen juga kadang terjebak dalam pola pikir serupa? Kita berpikir, “Sejelek-jeleknya orang Kristen tetap masuk surga, sebab kita diselamatkan oleh iman, bukan perbuatan.”Pandangan seperti ini sangat berbahaya. Rasul Paulus telah mengantisipasi kesalahpahaman semacam itu dalam Roma 6:1–2, “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?” Artinya, dibenarkan oleh iman bukan berarti kita bebas hidup sesuka hati.
Hidup baru dalam Kristus bukan sekadar “jaminan masuk surga,” melainkan kehidupan yang sungguh-sungguh mencerminkan kasih Kristus. Orang yang telah mengalami kasih Kristus akan menampilkan kasih itu dalam sikap, perkataan, dan perbuatan sehari-hari. Iman sejati tidak berhenti pada pengakuan mulut, tetapi diwujudkan melalui kehidupan yang memuliakan Tuhan. Jika hidup kita justru semakin jauh dari kehendak-Nya dan terus dikuasai dosa, itu pertanda bahwa kita belum sungguh-sungguh beriman. Iman sejati menuntun kita untuk bertumbuh dalam ketaatan, berjuang melawan dosa, serta berupaya hidup benar di hadapan Tuhan.
Dengan demikian, tidak benar jika kita berkata: “Sejelek-jeleknya orang Kristen tetap masuk surga.” Jika hidup kita justru semakin jauh dari kehendak Tuhan, itu pertanda bahwa kita belum sungguh-sungguh beriman. Iman yang sejati selalu menghasilkan buah: perubahan karakter, kasih yang nyata, dan hidup yang menjadi berkat bagi orang lain. Itulah tanda bahwa kita hidup di dalam Kristus dan kasih-Nya benar-benar bekerja dalam diri kita. Karena itu, jangan pernah menjadikan kasih karunia sebagai alasan untuk hidup sembarangan, melainkan sebagai kekuatan untuk hidup kudus, berbuah, dan memuliakan Tuhan setiap hari. (DD)
Questions:
1. Apakah Anda menganggap keselamatan hanya sebagai jaminan pribadi, atau sungguh sudah Anda hayati sebagai pengalaman kasih Kristus yang mengubahkan hidup Anda?
2. Apakah orang lain dapat merasakan kasih Kristus melalui sikap dan tindakan Anda sehari-hari?
Values:
Warga Kerajaan yang dibenarkan oleh iman berarti hidup dalam kasih Kristus yang nyata, bukan sekadar masuk sorga.
Kingdom Quotes:
Iman sejati selalu membuahkan kasih, kebaikan, dan hidup yang memuliakan Tuhan.