DONATUR, BOLEH NGATUR?

DONATUR, BOLEH NGATUR? 

Bacaan Setahun:

1 Yoh. 5, Ezra 3-4, Mzm. 92

“Demikianlah Hiram memberikan kayu aras dan kayu sanobar kepada Salomo seberapa yang dikendakinya.” (1 Raja-raja 5:10)

Renungan hari ini terinspirasi dari kisah Salomo ketika hendak membangun bait suci. Salomo pada masa itu bisa dikatakan sangat totalitas dalam proyek tersebut. Bahanbahan yang dipakai untuk membangun bait suci tidak sembarangan, semuanya berkualitas tinggi dan harus lulus verifikasi dari Salomo, yang merupakan arsiteknya. Ini membuktikan bahwa Salomo dalam membangun rumah Tuhan tidak asal-asalan; semuanya dipikirkan dengan sangat matang dan detail.

Ada seorang tokoh yang juga merupakan sahabat Daud, ayah Salomo, yaitu Hiram. Jika kita membaca keseluruhan dari Kitab 1 Raja-raja pasal 5, kita akan menemukan bahwa Hiram merupakan salah satu penyumbang (donatur) bahan bangunan terbesar. Ia menyuplai kayu aras dan kayu sanobar untuk pembangunan bait suci, bukan satu atau dua kontainer, melainkan sebanyak yang dikehendaki oleh Salomo—artinya tidak terbatas (unlimited). Luar biasa, bukan?

Apa yang dilakukan Hiram sebagai donatur? Apakah ia kemudian bisa mengatur Salomo sesuka hatinya? Tidak dicatat demikian. Justru setelah Hiram memberikan apa yang diminta oleh Salomo, ia hanya meminta agar Salomo menyediakan makanan bagi seisi istananya sebanyak yang dikehendaki Hiram, dan Salomo pun menyediakannya. Setelah itu, Hiram tidak sedikit pun mengintervensi Salomo dalam urusan pembangunan atau membanggakan diri, gembar-gembor kepada bangsa-bangsa lain atas apa yang telah ia berikan. Sama sekali tidak!

Sangat berbeda dengan kondisi yang kita hadapi saat ini. Ketika ada gereja membangun, justru sering terjadi keributan di dalam kepanitiaan, dan juga dengan orang-orang yang merasa sudah menjadi donatur. Akhirnya apa, tidak sedikit ada yang hengkang dari gereja hanya masalah keinginannya tidak dipenuhi, usulnya tidak terealisasi, padahal sudah turut jadi donatur, apalagi donatur terbesar. Sangat miris, bukan? Apa itu yang Tuhan kehendaki? Tentu tidak! Tuhan berkenan bila setiap kita melakukan bagian kita masing-masing dan berfungsi menjadi kepanjangan tangan Tuhan, bukan untuk mengatur atau mengintervensi.

Bila kita dipercaya banyak, dan Tuhan menggerakkan hati kita seperti Hiram, lakukan dengan sukacita, tanpa ada embel-embel di belakangnya. Miliki sikap hati seperti Hiram—tulus. Sikap hati yang tulus akan menghindarkan kita dari roh arogansi dan membantu kita belajar menghargai sesama. Jadi, donatur boleh ngatur? Tentu tidak! Lakukan segala sesuatu yang Tuhan kehendaki seperti untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia. (LA)

Questions:

1.Jika Anda dipercaya sebagai donatur pembangunan atau donatur untuk hal yang lainnya, bagaimana Anda bersikap?
2. Apa pendapat Anda tentang donatur yang suka mengatur?

Values:

Kemurahan hati yang Tuhan taruh di dalam setiap hati kita, jangan disalahgunakan.

Kingdom Quotes:

Donatur, boleh ngatur? Bertobat!