DUA PILIHAN SATU KEHIDUPAN
Bacaan Setahun:
Imamat 26:14 – 27:34
Lukas 1:1–25
Amsal 7:1–5
“Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.” (Matius 13:30 – TB)
AIkitab sejak awal dengan sangat jelas memperlihatkan satu pola penting dalam kehidupan iman: selalu ada dua jalan, dan manusia dipanggil untuk memilih. Tidak pernah ada pilihan yang netral. Tidak ada wilayah abu-abu yang aman. Sejak halaman halaman pertama Kitab Kejadian, pola ini sudah ditampilkan dengan tegas. Adam dan Hawa diperhadapkan pada dua pilihan: menaati perintah Allah atau melanggarnya. Ada buah yang boleh dimakan dan ada buah yang tidak boleh disentuh. Pilihan itu tampak sederhana, namun dampaknya bersifat kekal dan menentukan arah hidup manusia.
Pola yang sama terus berulang dalam perjalanan umat Allah. Bangsa Israel dihadapkan pada dua jalan: berkat atau kutuk, hidup atau mati. Musa dengan jelas menyampaikan pilihan tersebut, “Aku menghadapkan kepadamu kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk” (Ulangan 30:19). Taat kepada Taurat berarti hidup dalam berkat, sedangkan pemberontakan membawa kehancuran. Tidak ada jalan ketiga yang aman.
Mazmur 1 membedakan dua jenis manusia: orang benar dan orang fasik. Jalan orang benar dikenan Tuhan, sedangkan jalan orang fasik menuju kebinasaan. Tidak ada kategori peralihan. Nabi Elia menantang bangsa Israel di Gunung Karmel, “Jika TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan jika Baal, ikutilah dia.” Elia menolak segala bentuk kompromi rohani.
Yesus sendiri meneruskan pola ini dalam pengajaran-Nya. la berbicara tentang dua jalan: jalan yang lebar dan jalan yang sempit. Yang satu tampak mudah dan ramai, tetapi berujung pada kebinasaan. Yang satu lagi terasa berat dan sepi, tetapi menuju kehidupan. Dalam perumpamaan tentang gandum dan lalang, Yesus menegaskan bahwa untuk sementara keduanya memang tumbuh bersama. Namun pada akhirnya akan ada pemisahan yang tegas. Gandum dikumpulkan ke dalam lumbung, lalang dibakar
Ini mengingatkan kita bahwa hidup ini bukan wilayah abu-abu. Pilihan rohani tidak bisa ditunda selamanya. Kekekalan manusia ditentukan oleh satu dari dua keputusan: menerima Kristus atau menolak-Nya. Tidak ada opsi cadangan. Setiap hari kita memang membuat banyak pilihan kecil, tetapi hanya ada dua pilihan besar yang menentukan arah hidup dan kekekalan kita. Jalan Tuhan atau jalan dunia. Jalan salib atau jalan kemuliaan diri, Jalan yang sempit atau jalan yang lebar, Kiranya Tuhan menolong kita untuk berani dan tegas memilih jalan-Nya, meskipun tidak populer dan tidak mudah. (DH)
Questions:
1. Di area hidup mana anda masih mencoba berdiri di wilayah abu-abu?
2. Apakah anda sungguh memilih jalan Tuhan, atau hanya mengikuti arus yang paling mudah?
Values:
Iman sejati selalu menuntut pilihan yang jelas, bukan sikap netral yang aman.
Kingdom Quotes:
Pilihan hari ini menentukan ke mana kekekalan akan membawa kita.