DUTA KRISTUS KARENA MENGENAL HATI BAPA | Ev. Jim Yost

Beberapa tahun lalu, saya ke Suriah selama 8 tahun dalam keadaan perang untuk melayani pengungsi-pengungsi Suriah di perbatasan Yordania. Ada sebuah jalan bernama jalan Damsyik untuk masuk ke kota Suriah. Ketika saya melewati jalan itu, saya mengingat kembali hari pertobatan yang saya alami. Salah satu gerakan di Amerika bernama Jesus Revolution dimana ribuan anak muda pengguna narkoba di jalan dan di pantai yang jumlahnya banyak serta kami mengadakan Ibadah di bawah tenda. Saat itu masa dimana saya masih dalam kenakalan, saya diundang untuk mengikuti camp pemuda yang belum pernah saya ikuti sebelumnya. Saya bersedia ikut karena mengira lewat acara itu saya bisa bertemu dengan gadis-gadis. Tuhan sanggup menggunakan motivasi yang tidak baik agar saya berada di tempat yang baik. Di acara itu saya melihat ada banyak anak-anak muda yang memiliki semangat berapi-api bagi Tuhan sedangkan saya tetap mengeraskan hati selama 4 hari. Pada hari ke-5 Roh Kudus menjamah hati saya dan saya bertobat dan menyerahkan hidup bagi Allah. Sejak hari itu Tuhan memberikan kepada saya sebuah motivasi yang baru untuk melayani Tuhan sepenuh waktu di dalam hidup saya. Saya mau bahwa orang-orang di luar sana melihat bahwa kita berbeda.

(11) “Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang. Bagi Allah hati kami nyata dengan terang dan aku harap hati kami nyata juga demikian bagi pertimbangan kamu.” (2 KORINTUS 5:11)

(10) “Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya” (MAZMUR 19:10)

Dunia tidak mengenal artinya takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan bukan berarti takut akan dihukum. Takut akan Tuhan adalah karena membangun hubungan yang spesial dengan Tuhan. Takut akan Tuhan juga mau menyenangkan hati-Nya dan tidak membuat sesuatu yang bisa merusak hubungan tersebut. Hubungan pribadi dengan Tuhan membawa kita untuk mengerti isi hati Tuhan sehingga mendorong kita berbagi kabar baik tentang Yesus dengan orang lain. Kita juga rindu supaya mereka mengalami apa yang kita alami.

Takut akan Tuhan juga menyangkut dengan ketaatan, bukan takut Gereja atau takut pemimpin. Bila Roh Kudus berbicara melalui Firman Tuhan, kita memiliki waktu 48 jam untuk taat kepada Tuhan jika tidak taat maka kebenaran Firman Tuhan itu akan hilang dari kehidupan kita.

(13) Sebab jika kami tidak menguasai diri, hal itu adalah dalam pelayanan Allah, dan jika kami menguasai diri, hal itu adalah untuk kepentingan kamu. (14) Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. (2 KORINTUS 5:13-14)

Menguasai diri berbicara bahwa seseorang tidak normal karena tidak ikut melakukan hal negatif seperti penggelapan dana dan bermain dengan wanita yang akhirnya tampil beda. Hal ini terjadi pada saat kami merintis sebuah Gereja di kota Sentani, Jayapura yang dimulai dari sebuah komunitas berjumlah 12 orang dari pinggir jalan. Mereka berhenti mabuk dan mengasihi Yesus. Saya berusaha membawa mereka ke Gereja Lokal untuk pemuridan tetapi gagal sebab mereka tidak mengerti budaya dan bahasa Gereja. Akhirnya kami mendirikan Gereja baru untuk menjangkau anak muda di jalanan. Banyak orang-orang yang melabeli kami dengan ungkapan negatif, saat mendengar hal itu saya merasa tersinggung. Tetapi setelah saya renungkan, hal semacam ini juga terjadi pada Yesus. Yang tertarik kepada Yesus adalah orang-orang berdosa, orang-orang bermasalah. Mereka tahu bahwa Yesus adalah pribadi yang menerima mereka apa adanya. Dan kami percaya bahwa Kristus yang menguasai kami dan telah mati bagi kami.  Apa yang menguasai hidupmu saat ini? Kekuatiran masa depan? Keinginan akan uang? Pikiran tentang kekasihmu?

 (15) Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
(1 Korintus 5:15)

Jika kita telah dikuasai oleh Kristus, kita diberikan hidup yang baru.

(16) “Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian; (17) Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (18) Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. (19) Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.’’
(2 KORINTUS 5:16-19)

Hidup yang baru tidak lagi berbicara mengenai hidup yang lama. Hidup yang lama sudah dikubur dan jangan pernah membawa ke dalam hidup yang baru. Ingatan kita harus dibaharui, jangan berikan kesempatan bagi iblis mengungkit dosa lama kita tetapi teruslah ingatkan dia tentang hidup baru kita. Allah telah mendamaikan kita dengan diri-Nya, Dia tidak memperhitungkan pelanggaran kita lagi karena Yesus membayar lunas semua dengan darah-Nya. Pendamaian yang kita alami harus dibagikan kepada orang lain dan kita menjadi duta-duta Kristus.

(20) “Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.’’ (2 KORINTUS 5:20)

Seorang duta adalah orang yang diutus oleh pemimpin tertinggi untuk pergi ke negeri yang lain. dia harus atas berbicara atas nama pemerintah darimana dia diutus dan dia adalah orang asing di dalam negerti itu.

Inilah pola hidup kita sekarang di dunia ini. Sebagai duta-duta Kristus kita dipanggil untuk menjadi perwakilan Kerajaan Allah di dunia ini oleh sebab itu hidup kita harus berbeda dengan dunia ini dan kita dipanggil untuk memberitakan kabar sukacita kerajaan Allah. Amin (AHHP)

(21) “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.’’ (2 KORINTUS 5:21)