FIRMAN YANG MENGUJI HATI KITA
Bacaan Setahun:
1Tawarikh 19:1 – 21:30
1Korintus 1:18 – 2:5
Mazmur 91:1–8
“Mulai dari saat itu banyak murid-murid Yesus mundur dan tidak lagi mengikut Dia.” (Yohanes 6:66)
Yesus baru saja mengajar dengan tegas: “Akulah roti hidup. Kalau mau hidup kekal, kalian harus makan daging-Ku dan minum darah-Ku.” Bagi banyak orang, kata-kata itu terlalu keras. Bukan lagi ajaran yang enak didengar. Itu seperti batu sandungan yang bikin mereka tersandung. Akhirnya, bukan sedikit yang pergi—banyak sekali. Mereka yang tadinya antusias mengikut Yesus, sekarang memilih mundur.
Tapi ada yang tetap berdiri di situ. Simon Petrus. Ia menjawab dengan tulus: ”Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal” (Yohanes 6:68). Di sini kita melihat perbedaan yang sangat jelas. Firman Tuhan yang keras itu seperti ujian. Bagi orang yang belum sungguh-sungguh menjadi murid Yesus, firman itu terasa berat, menuntut, dan tidak nyaman. Mereka lalu memilih jalan yang lebih mudah dan pergi. Tapi bagi orang yang benar-benar dipilih Tuhan, firman yang sama justru menjadi makanan bagi jiwa. Meski pahit, ia memberi kekuatan. Meski tajam, ia menyembuhkan dan membebaskan.
Hari ini pun situasinya masih sama. Ketika Alkitab bicara soal pengampunan yang sulit, soal menyangkal diri, atau soal setia di tengah godaan dunia, banyak orang yang mundur dengan berbagai alasan. Tapi murid yang sejati akan bertanya seperti Petrus: “Tuhan, ke mana lagi aku harus pergi?” Dunia memang menawarkan banyak hal, tapi hanya Yesus yang memberi hidup yang sesungguhnya.
Jadi, firman yang keras bukan untuk membuat kita kabur, tapi untuk menguji apakah kita sungguh-sungguh murid-Nya. Bukan karena kita tidak pernah goyah, tapi karena di saat goyah sekalipun, kita tetap memilih untuk tinggal dekat dengan Yesus. Sebab murid sejati bukanlah orang yang hanya bertahan saat semuanya mudah, tetapi orang yang tetap percaya ketika firman Tuhan menegur, membentuk, dan memurnikan hidupnya. Di situlah iman kita menjadi dewasa dan hubungan kita dengan Tuhan semakin dalam.
Tuhan, tolong kami tetap setia. Meski firman-Mu kadang menusuk hati kami, biarlah itu menjadi roti yang menguatkan kami setiap hari. Ajari kami untuk tidak lari saat Engkau menegur, tetapi belajar taat dan tetap tinggal di dalam kasih-Mu. Biarlah hati kami selalu lapar akan kebenaran-Mu, sebab hanya Engkau yang memiliki perkataan hidup yang kekal. Amin. (DH)
Questions:
1. Adakah ajaran Tuhan yang saat ini terasa berat sehingga membuat Anda ingin menjauh dari-Nya?
2. Saat hidup terasa sulit, kepada siapa atau apa biasanya Anda mencari penghiburan selain Tuhan?
Values:
Banyak orang datang kepada Yesus karena apa yang Dia berikan, tapi sedikit yang tetap bertahan karena siapa Dia sebenarnya.
Kingdom Quotes:
Firman Tuhan yang keras bukan untuk mematahkan kita, melainkan untuk membentuk kita menjadi murid yang sejati.