FOKUS PADA PERKARA SURGAWI

FOKUS PADA PERKARA SURGAWI 

Bacaan Setahun:

Yoh. 9:24-41, 2 Taw. 7, Mal. 4

“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” (Kolose 3:2)

Sebagai perwakilan Kerajaan Allah di dunia, kita memiliki status sebagai warga Kerajaan Nya dengan standar hidup yang berbeda dari sistem dunia. Karena itu, kita tidak bisa lagi hidup dengan cara dunia, sebab kita adalah manusia roh yang telah dilahirkan kembali melalui penebusan Kristus. Kedagingan yang dulu membelenggu kita telah dihancurkan oleh kuasa darah-Nya, dan kini kita diperbarui.

Cara berpikir kita pun diubahkan. Kita tidak lagi berpikir menurut logika dunia yang membatasi kedaulatan Allah, melainkan membiarkan Dia menyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya melalui hidup kita. Sebagai perwakilan Kerajaan-Nya, kita dipanggil untuk berkuasa atas bumi sebagaimana tertulis dalam Kejadian 1:28. Bagaimana kita dapat terus memikirkan perkaraperkara yang di atas?

Pertama, Mengerti Siapa Kita (mengenal identitas kita). Kita adalah manusia roh, bukan berasal dari dunia ini. Karena itu, pikiran kita harus selaras dengan pikiran Tuhan. Dengan menerima Roh dari Allah, kita mengetahui apa yang dikaruniakan-Nya (1 Korintus 2:12). Kedua, Menyadari Dunia Akan Berakhir. Dunia ini akan musnah. Maka, fokus hidup kita adalah mempersiapkan kedatangan Tuhan, bukan mengejar keinginan daging. Kita dipanggil untuk memberitakan Injil Kerajaan sebagai kesaksian bagi segala bangsa (Matius 24:14). Ketiga, Menerapkan Budaya/Nilai-nilai Kerajaan Allah. Masa lalu kita telah berlalu. Kini, kita harus hidup dalam nilai-nilai Kerajaan Allah dan meninggalkan budaya kegelapan. Transformasi dunia terjadi saat kita menghidupi kasih, kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita dalam Roh Kudus.

Membangun budaya Kerajaan Allah adalah proses yang berkelanjutan, yang melibatkan perubahan pikiran, hati, dan perilaku agar semakin serupa dengan Kristus. Ini adalah perjalanan yang penuh tantangan, tetapi juga penuh sukacita dan berkat, karena hidup dalam Kerajaan Allah membawa dampak positif bagi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita. Budaya Kerajaan Allah adalah: cara hidup yang ditandai oleh kasih, kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita dalam Roh Kudus. Membangun budaya Kerajaan Allah berarti menjadikan kasih kepada Tuhan dan sesama sebagai prioritas utama, serta hidup dalam ketaatan pada firman-Nya.

Kehidupan bersama Sang Raja akan membawa perubahan yang signifikan secara menyeluruh atas hidup kita (tubuh, jiwa dan roh) sehingga kita tidak lagi dikuasai dengan segala pola pikir duniawi beserta dengan sistem kebudayaan duniawi, tetapi pikiran dan pola kehidupan kita akan dikuasai oleh pikiran Allah dan seluruh budaya atau nilai-nilai Kerajaan Allah yang melekat di dalam diri kita sebagai manusia roh atau manusia surgawi. (TL)

Questions:

1. Sudahkah anda mengerti status atau identitas anda? Jelaskan!
2. Langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk dapat berfokus dengan perkara surgawi?

Values:

Standar kehidupan kita tidak sama dengan dunia karena kita adalah manusia roh yang dilahirkan oleh Roh yaitu Allah sendiri melalui penebusan Kristus.

Kingdom Quotes:

Hiduplah dalam kasih, integritas, anugerah, kerendahan hati, dan kebenaran agar dunia melihat Kristus melalui hidupmu.