FONDASI KASIH

FONDASI KASIH 

Bacaan Setahun:

1 Yoh. 1, 2 Taw. 34, Mzm. 89:19-37

“Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!” (1 Petrus 2:17)

Ada sebuah format video pendek (reels) di media sosial yang menunjukkan sejumlah pekerja dan beberapa pimpinan pabrik di Jepang berpakaian resmi sedang membungkuk memberi hormat dengan posisi yang khas kepada sebuah mesin besar yang tidak akan dipergunakan lagi dalam proses produksi di pabrik itu. Bagi penduduk negara lain, penghormatan terhadap mesin yang sudah tidak dipakai lagi terasa berlebihan dan sentimental, namun perlakuan hormat itu berakar kuat pada kepercayaan Shinto. Praktik ini merupakan perpaduan antara spiritualitas, ungkapan terima kasih dan penghormatan, yang memperlakukan mesin bukan sekedar alat atau benda mati, namun sebagai mitra produksi yang menjadi saksi kemajuan perusahaan selama bertahun-tahun. Jika peralatan mesin sebagai benda mati begitu diakui dan dihargai kontribusinya, pastinya perlakuan dan penghormatan terhadap mahluk hidup tentu lebih mulia lagi.

Rasa hormat dan penghormatan terhadap sesama manusia sebenarnya adalah fondasi atau dasar kasih. Apabila kita tidak bisa menghormati orang lain, kita mungkin akan merasa sulit untuk benar-benar mengasihi mereka. Firman Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri (Matius 22:39); bahkan Alkitab mengajarkan standar yang lebih tinggi yaitu mengasihi musuh yang bahkan sudah menganiaya kita (Matius 5:44). Ketika orang percaya berkata ia mengasihi seseorang, berarti ia menghormati, menghargai serta mengakui hak-hak dan martabatnya. Pada saat seorang suami atau istri menghormati pasangannya, pimpinan menghargai bawahannya, atau pemegang kekuasaan menggunakan otoritasnya dengan bijak, maka mereka akan berkontribusi membangun hubungan baik dan langgeng. Orang yang diperlakukan dengan baik cenderung membalas dengan cara yang sama sehingga menciptakan siklus positif dalam hubungan antar sesama.

Sebaliknya ekspresi kasih adalah memberikan penghormatan yang sering diungkapkan dalam bentuk perhatian, kepedulian dan tindakan nyata. Seseorang yang mengasihi akan menunjukkan perlindungan dan membuat orang yang dikasihinya merasa dihargai. Sebagai contoh, seorang pimpinan perusahaan, khususnya sebagai orang percaya yang bersedia menjadi pelaku Firman, tidak akan memperlakukan bawahannya hanya sekedar sebagai faktor produksi untuk pencapaian maksimum profit dan minimum cost saja; namun akan menunjukkan kasihnya dengan tindakan yang memanusiakan, membangun, mendidik dan menyejahterakan. Dengan demikian warga Kerajaan sebagai orang percaya akan dimampukan mencapai standar rohani yang lebih tinggi, yakni kehidupan keagamaan yang lebih benar sehingga dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga (Matius 5:20). (YL)

Questions:

1. Apakah keterkaitan penghormatan dengan kasih?
2. Bagaimana penerapan ‘memberi hormat kepada orang yang berhak menerima hormat’ (Roma 13:7) dan ‘hormatilah semua orang’ (1 Petrus 2:17)?

Values:

Saling menghormati merupakan kunci keharmonisan hubungan.

Kingdom Quotes:

Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. (Roma 12:10)