FROM WOLF TO LAMB | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

(16) Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti. (17) Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, (18) untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan. (KISAH PARA RASUL 26:16 - 18)

REALIGNMENT bukan hanya sekedar pengaturan kembali, tetapi lebih daripada itu adalah perubahan hidup yang berpindah dari kegelapan kepada terang, dari kuasa Iblis kepada kuasa Allah atau dari kejahatan kepada kebenaran. Untuk mengerti lebih jelas mengenai realignment yang sesungguhnya kita belajar dari kehidupan Rasul Paulus dalam Kisah Para Rasul 26 ketika ia diperhadapkan dalam suatu peradilan, dihadapan Raja Agripa. Saulus diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesaksian di hadapan Raja Agripa karena ia adalah seorang raja yang mengerti mengenai adat-istiadat Yahudi.

Tidak ada seseorang yang hidupnya lebih dramatis daripada kehidupan Saul dari Tarsus  yang menjadi Rasul Paulus. Ia adalah seorang Yahudi yang sangat keras, seorang Farisi dan Ahli Taurat yang sangat  menguasai hukum taurat dan memegang adat-istiadat Yahudi. Ia dengan terang-terangan menolak Yesus dan berusaha menganiaya para pengikut Kristus. Saulus memenjarakan, bahkan menghukum mati orang-orang yang percaya kepada Yesus. Dalam rumah-rumah ibadat Saulus sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap Saulus tidak segan-segan mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing.

Perjumpaan Saulus dengan Kristus terjadi ketika dalam perjalanan ke Damsyik untuk mengejar dan menganiaya murid-murid Kristus. Tiba-tiba pada tengah hari bolong ia  melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang dari pada cahaya matahari, turun dari langit meliputi Saulus dan teman-teman seperjalananya. Mereka semua rebah ke tanah dan Saulus mendengar suatu suara yang mengatakan  dalam bahasa Ibrani: “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.” Tetapi Saulus menjawab: “Siapa Engkau, Tuhan? “Kata Tuhan: “Akulah Yesus, yang kauaniaya itu.”

Sinar yang sangat  menyilaukan membuat Saulus menjadi buta selama tiga hari lamanya. Di Damsyik ada seorang murid Tuhan yang bernama Ananias. Dalam suatu pengelihatan, Tuhan memerintahkan Ananias untuk berdoa dan menumpangkan tangan kepada Saulus. Pada awalnya Ananias ragu karena ia tahu siapa Saulus yang sebenarnya, tetapi ketaatannya membuahkan mujizat yang membuat Saulus melihat dan penuh dengan Roh Kudus. Peranan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya adalah menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.

Tuhan menampakkan diri kepada Saulus untuk menetapkannya menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah dilihatnya dan tentang apa yang akan Tuhan perlihatkan kepadanya. Tuhan mengasingkan Saulus dari bangsanya dan bangsa-bangsa lain dan mengutus kepada mereka untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan. Saulus seorang terroris Tuhan ubahkan menjadi Paulus seorang rasul bagi Kristus. Digambarkan sebagai serigala yang  Tuhan ubahkan menjadi domba. Seorang yang begitu jahat dan kejam, Tuhan ubahkan menjadi seorang yang memiliki pengalaman berjalan dengan Tuhan sehingga menulis dua pertiga kitab Perjanjian Baru.

Mendengar kesaksian Rasul Paulus untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya hampir-hampir saja Raja Agripa diyakinkan menjadi orang Kristen (Kis. 26:28). Raja Agripa gagal mengalami realignment dalam hidupnya, tetapi realignment terjadi dalam hidup Saulus.

Kehidupan mengikut Tuhan, menjadi pelayan dan saksi Kristus memang tidaklah mudah. Akan ada banyak tantangan dan aniaya, tetapi Tuhan akan menolong, memberikan kekuatan dan memampukan kita untuk melewatinya. Pertobatan Saulus menjadi Paulus juga mengalami banyak tantangan dan aniaya dalam hidupnya bahkan membawanya kepada hukuman mati. Akankan hal ini membuat kita menyerah?

Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu
MAZMUR 34:20

Tuhan telah memilih kita sejak dunia belum dijadikan, sadari bahwa kita adalah pelayan dan saksi Kristus dimanapun kita berada. Alami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi, karena Tuhan tidak akan pernah memakai seseorang sebelum Dia memberikan pengalaman pribadi bersama-Nya sehingga realignment terjadi dalam hidup kita. Minta Roh Kudus memenuhi hidup kita karena hanya Roh Kudus yang memampukan kita dan hanya Roh Kudus yang mampu menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Tuhan Yesus memberkati. (RCH)