GARAM
Bacaan Setahun:
Kej. 17:1 – 18:33
Mat. 6:25 – 7:23
Ams. 1:8–19
“Kamu adalah garam dunia.” (Matius 5:13a)
Kita semua tentu pernah mendengar perkataan Tuhan Yesus dalam ayat bacaan kita hari ini bahwa kita adalah garam dunia yang memberikan rasa asin bagi dunia yang tawar ini. Perkataan ini tentu benar, tetapi fungsi garam bukan hanya sebagai pemberi rasa. Kita sering lupa bahwa pada zaman Tuhan Yesus belum ada lemari pendingin atau kulkas. Saat itu, fungsi utama garam bukanlah untuk memberi rasa, melainkan sebagai bahan pengawet. Garam menjadi alat penting untuk mencegah makanan membusuk, sehingga secara tidak langsung menopang keberlangsungan hidup bangsa Israel dari kelaparan.
Inilah gambaran kuat tentang peran warga Kerajaan Allah di tengah dunia. Sebagai garam dunia, panggilan kita adalah menghambat pembusukan moral dan rohani dalam komunitas di sekitar kita. Dunia tanpa nilai-nilai Kerajaan akan dengan cepat melaju menuju kebencian, kemarahan, ketidakjujuran, ketakutan, dan keputusasaan. Namun kehadiran orang-orang yang dipenuhi Roh dan hidup memegang kebenaran akan memperlambat bahkan menahan proses pembusukan itu. Dengan demikian, kita dapat menjaga komunitas kita dari kebinasaan.
Hal menarik pertama yang harus kita ingat adalah bahwa garam bekerja melalui kontak langsung. Garam harus menyentuh apa yang ingin dipertahankan kualitasnya. Demikian pula, kita dipanggil untuk hadir: dalam keluarga, pekerjaan, komunitas, dan kehidupan sehari-hari. Kita tidak dipanggil untuk bersembunyi, tetapi untuk hadir dan membawa pengaruh yang memelihara kehidupan. Kedua, garam mengawetkan melalui kemurniannya. Garam yang tidak murni akan kehilangan manfaatnya. Demikian pula, kompromi rohani membuat kesaksian kita kehilangan kekuatannya. Tetapi hati yang murni dan hidup yang selaras dengan nilai-nilai Kerajaan menjadikan kita alat pemelihara di tangan Tuhan.
Selain itu, garam juga menggambarkan keteguhan dan daya tahan. Garam tetap garam, meskipun dicampur ke dalam berbagai hidangan. Demikian pula, kita dipanggil untuk tetap teguh menjadi terang dan kesaksian Kristus di mana pun Tuhan tempatkan kita. Ketika kita menjaga karakter, integritas, dan kasih, kita sedang menjalankan fungsi garam itu: menjaga, memelihara, dan menghadirkan kehidupan. Sebagai warga Kerajaan Allah, kita berfungsi sebagai garam yang bukan hanya memberi pengaruh dalam hal rasa, tetapi juga menjaga nilai-nilai Kerajaan Allah tetap hidup sebagai kesaksian bagi dunia sampai Maranata. (SS)
Questions:
1. Apakah fungsi garam bagi makanan?
2. Bagaimana cara anda menjadi garam bagi dunia?Diskusikan!
Values:
Seperti garam yang menjaga makanan tetap awet, nilai-nilai Kerajaan memanggil kita untuk hadir memelihara, menjaga kebenaran, dan mencegah kerusakan moral di tengah dunia.
Kingdom Quotes:
Menjadi garam berarti menghadirkan Kerajaan Allah yang memulihkan, menjaga dan membawa dunia kembali kepada Sang Raja.