GEMBALA: TURUTILAH TELADANKU!
Bacaan setahun:
1 Samuel 21:1 – 23:29
Yohanes 18:1–24
Amsal 13:10–19
“Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!” (1 Korintus 4:16)
Ayat nats hari ini merupakan pernyataan yang tegas dan berani dari Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Di dalam Alkitab, hanya ada dua tokoh yang berani menyampaikan ajakan seperti ini, yaitu Tuhan Yesus- “Belajarlah kepada-Ku” (Matius 11:29)-dan Rasul Paulus. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan Paulus selaras dengan firman Tuhan. Perkataan dan tindakannya menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan, sehingga ia berani berkata, “Turutilah teladanku.”
Meski tidak dijelaskan secara spesifik apakah Rasul Paulus pernah menggembalakan atau tidak, namun yang saya yakini di manapun Rasul Paulus pergi, dia akan tinggal beberapa lama di situ, dan memberitakan Injil. Tercatat, tiap kali ia pergi ke suatu daerah, maka di situ pula akan terbuka suatu pelayanan penggembalaan, itulah sebabnya Rasul Paulus pasti akan mengutus murid-muridnya ke daerah-daerah yang telah ia rintis untuk menopang pelayanan di situ. Salah satunya ketika ia merintis pelayanan di Korintus, rasul Paulus akhirnya menempatkan Timotius, anak rohaninya untuk menopang pelayanan di jemaat Korintus.
Teladan Paulus mengajarkan bahwa kepemimpinan rohani bukan hanya soal perkataan, tetapi juga kehidupan. Otoritas untuk berkata, “Turutilah teladanku,” lahir dari hidup yang berjalan dalam kebenaran. Ketika seorang pemimpin menghidupi nilai-nilai Kerajaan Allah, maka orang-orang yang dipimpinnya akan melihat, meniru, dan mengikuti. Kehidupan yang benar akan menularkan kebiasaan yang baik kepada orang lain. Siapa kawanan domba yang paling dekat dengan kita yang Tuhan percayakan? Ya, keluarga kita! Mulailah dari rumah kita masing-masing. Jangan sampai kawanan domba yang Tuhan percayakan tidak memperoleh teladan yang baik dari hidup kita, malah menjadi sandungan dan tidak menjadi berkat.
Setelah di dalam rumah, siapa lagi kawanan domba yang Tuhan percayakan? Ya, mereka adalah karyawan-karyawan yang bekerja dengan Anda, teman-teman sekolah/kampus Anda, bahkan orang-orang yang ada di dalam komunitas Anda. Mari tanya pada diri sendiri, “Apakah hidupku sudah menjadi teladan bagi mereka?”
Dunia melihat kehidupan kita seperti keindahan yang ada di ‘Akuarium Raksasa’. Mereka punya ekspektasi yang tinggi atas kehidupan anak-anak Tuhan. Hidup kita harus jadi. berkat, jadi terang, jadi garam, jadi teladan bagi mereka! Oleh sebab itu, kita perlu menjaga hidup dengan sungguh-sungguh. Jagalah diri, jagalah perkataan, jagalah pengajaran, dan jagalah kawanan/orang-orang yang Tuhan percayakan kepada kita. Dengan demikian, hidup kita tidak menjadi sandungan, melainkan menjadi teladan yang membawa orang lain semakin dekat kepada Tuhan. (LA)
Questions:
1. Dalam hal apa hidup kita harus menjadi teladan bagi orang-orang yang kita gembalakan?
2. Bagian mana dari hidup kita yang masih perlu diperbaiki agar selaras dengan firman Tuhan?
Values:
Seorang gembala harus melayani dengan integritas, apa yang dikatakan sesuai dengan apa yang dilakukan, baru ia dapat dipercaya oleh kawanan yang ia layani.
Kingdom Quotes:
Turutilah teladanku! Tidak hanya akan menjadi jargon bila kita betul-betul menghidupi Firman Tuhan.