GLOWING ROHANI
Bacaan Setahun:
Yoh. 5:1-18
1 Taw. 18-19
Zak. 7
“Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” (Ayub 1:1)
Ketika kembali dari berbelanja, istri saya menunjukkan salah satu belanjaannya berupa kentang yang disebut “kentang glowing.” Kentang tersebut disebut “glowing” karena berwarna coklat muda terang, nyaris tidak ada bercak atau noda kehitaman.
Orang percaya sangat mungkin disebut “glowing rohani” ketika ia secara konsisten merefleksikan kehidupan yang berpusat pada Tuhan Yesus dan memiliki hubungan yang erat dengan Allah. Jika Ayub dikenal dengan predikat saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (Ayub 1:1); maka pastinya kualitas semacam itu akan terwujud dalam pikiran, perkataan dan perbuatannya sehari-hari. Sebagai orang yang saleh, jujur dan menjauhi kejahatan, ia menunjukkan integritas moral, komitmen sepenuh hati kepada Allah, memiliki standar moral yang tinggi dan berusaha hidup sesuai kehendak Allah.
Beberapa orang mungkin sering merasa tidak tahan ketika membaca Ayub melalui penderitaannya yang panjang, dan lebih suka langsung membaca pasal 42 saat keadaan Ayub dipulihkan kembali. Namun tokoh Ayub menjadi teladan tentang bagaimana ia menghadapi penderitaan dengan iman, kesabaran dan ketabahan, sambil menjaga kesalehan dan ketulusannya di hadapan Allah. Kesediaannya menerima kehendak Tuhan dan tidak menyalahkan-Nya atas penderitaan yang dialami menunjukkan kerendahan hati. Ayub juga dikenal sebagai orang yang peduli terhadap orang lain, murah hati dan suka memberi bahkan kepada orang yang dianggap tidak layak.
Sebagai proses pertumbuhan rohani yang berkelanjutan, kesalehan melibatkan hubungan yang semakin mendalam dengan Allah, ditandai dengan ketaatan pada Firman-Nya, kasih kepada sesama, dan pertumbuhan dalam karakter Kristus. Proses tumbuh kembang menjadi “glowing rohani” ini tentunya memerlukan upaya jatuh bangun dan kerja keras, ibarat bunyi satir aliterasi yang tertulis di bagian belakang bak truk yang kami lihat saat pulang berbelanja: “Di balik istri yang glowing, ada suami yang gulung koming.”
Aspek penting kesalehan ini adalah ketaatan terhadap Firman Tuhan, hubungan yang mendalam dengan-Nya, serta pertumbuhan karakter Kristus. Sudahkan kita berupaya mengalaminya? Ujian dan tantangan barangkali menghadang, namun Tuhan telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh. (YL)
Questions:
1. Apakah hidup kita sudah memancarkan “glowing rohani” seperti Ayub yang saleh dan jujur?
2. Apa saja tantangan yang menghalangi kita untuk hidup saleh?
Values:
Kesalehan dalam Alkitab merupakan sebuah perjalanan rohani yang dinamis.
Kingdom Quotes:
Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh. (2 Petrus 1:3)