God’s Call to Holiness | Dr. Jerry Horner

tetapi kuduslah dalam segala tingkah lakumu, seperti Allah yang memanggilmu adalah kudus. Sebab ada tertulis, “Kuduslah kamu karena Aku kudus.” (1 Petrus 1:15-16)

THE MEANING OF HOLINESS (Makna Kekudusan)

Holiness Is A Relationship (Kekudusan adalah sebuah Hubungan)

Baik dalam Perjanjian Lama (bahasa Ibrani) maupun Perjanjian Baru (bahasa Yunani), kata ”Kudus” memiliki arti dipisahkan, dikhususkan dan ditempatkan pada kelas tertentu yang lebih baik. Kita mengetahui bahwa Tuhan itu kudus dan tidak dapat disamakan dengan apapun. Ketika Tuhan berfirman ”Jadilah Kudus”, itu berarti Tuhan sudah memisahkan kita untuk menjadi milik kepunyaan-Nya, pelayan-Nya, properti-Nya dan di dedikasikan bagi Dia.

Holiness Is Moral Purity (Kekudusan adalah kemurnian Moral)

Kita berbeda dengan orang dunia karena kita telah dikuduskan oleh Tuhan. Ketika Tuhan membawa bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir, Ia bersabda kepada umat Israel ”Aku menjadikanmu berbeda dari yang lain”. Selama bertahun-tahun hingga berabad-abad, bangsa Israel berbeda dari bangsa yang lain dan umat Tuhan adalah umat yang berbeda dari dunia karena mereka spesial. Ketika kita dipanggil oleh Tuhan menjadi milik kepunyaan-Nya, maka kita harus serupa dengan Dia. Menjadikan karakter Tuhan menjadi standar karakter dalam kehidupan kita.

THE PURPOSE OF HOLINESS (Tujuan Kekudusan)

Kekudusan adalah maksud penebusan dari Tuhan. Tuhan menyelamatkan kita agar kita menjadi serupa dengan Dia dan menjadi kudus dan tidak bercela di hadapan-Nya (Efesus 1:4). Kristus juga membersihkan Jemaat-Nya supaya hidup kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya.

“Dengan demikian, Kristus dapat mempersembahkan jemaat kepada diri-Nya dalam kemuliaan, tanpa noda, atau tanpa kerut, atau semacamnya sehingga jemaat menjadi kudus dan tidak bercela.” (Efesus 5:27)

Ketika Tuhan datang untuk menyelamatkan kita, tujuan-Nya bukan hanya kita terhindar dari neraka dan membawa kita ke sorga, melainkan juga agar kita juga memuliakan nama-Nya melalui kehidupan kita di bumi ini.

Tuhan memilih kita untuk dibentuk serupa dengan Kristus. Kita diterima apa adanya oleh Dia ketika Tuhan menyelamatkan kita. Roh Kudus yang dicurahkan-Nya atas diri kita akan memproduksi buah-buah kehidupan yang dapat dirasakan dan buahnya tetap. Dari kemuliaan sampai kemuliaan, Roh Kudus mentransformasi kehidupan kita yang semakin serupa dengan karakter Kristus dan orang lain dapat melihat Tuhan melalui hidup kita.

 “Sebab, kamu telah ditebus dengan harga lunas. Karena itu, muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:20)

THE PATTERN OF HOLINESS (Standar Kekudusan)

The Standard By Which We Are To Live Is God’s Holy And Perfect Character (Standar Hidup Kita Adalah Karakter Allah Yang Kudus Dan Sempurna)

 “Tetapi kuduslah dalam segala tingkah lakumu, seperti Allah yang memanggilmu adalah kudus” (1 Petrus 1:15)

Standar kehidupan kita adalah standar kehidupan Kristus. Mungkin kita berkata itu mustahil dan siapa yang bisa hidup kudus seperti Tuhan? Tuhan tidak menurunkan standar-Nya.  Kita harus menjadi sempurna, seperti Bapa yang di surga adalah sempurna (Matius 5:48)

“Demi mereka, Aku menyucikan diri-Ku supaya mereka juga disucikan dalam kebenaran.” (Yohanes 17:19)

 “Karena kita memiliki janji-janji ini, hai yang terkasih, marilah kita membersihkan diri kita dari semua kecemaran tubuh dan roh sambil menyempurnakan kekudusan dalam takut akan Allah.” (2 Korintus 7:1)

God Enabled Us To Meet His Demands (Tuhan Memampukan Kita Memenuhi Tuntutan-Nya)

Raja Daud memiliki ambisi untuk membangun Bait Allah. Kerinduan terbesar itu tidak dapat diwujudkannya, tetapi Allah berfirman ”Maksudmu baik sebab kamu memiliki tujuan tersebut dalam hatimu”. Tuhan rindu agar kita memiliki kekudusan sama seperti Kritus. Apakah kita memiliki kerinduan dalam hati untuk menyenangkan Tuhan?

We Are To Abandon Our Old Lifestyle For A New Lifestyle (Kita Harus Meninggalkan Hidup Lama Dan Beralih Kepada Hidup Yang Baru)

Jika kita ingin memiliki hidup sama seperti Kristus, maka kita harus menanggalkan kehidupan yang lama. Firman Tuhan berkata bahwa dalam Kristus kita adalah ciptaan yang baru dan kehidupan yang lama sudah berlalu.

Dengan menanggalkan gaya hidup yang lama, kita dapat makin serupa dengan Kristus untuk mengadopsi kehidupan yang baru. Kita tidak akan berpegang pada gaya kehidupan yang lama sebab kita adalah anak-anak Tuhan.

Sebagai anak-anak yang taat, janganlah tunduk kepada nafsu jahatmu seperti ketika kamu masih hidup dalam kebodohanmu, tetapi kuduslah dalam segala tingkah lakumu, seperti Allah yang memanggilmu adalah kudus. (1 Petrus 1:14-15)

THE REASON FOR HOLINESS (Alasan Kekudusan)

Tuhan tidak pernah memerintahkan kita untuk berbuat sesuatu yang melampaui kekuatan dan keterbatasan kita. Maka ketika Tuhan meminta kita untuk memiliki kekudusan, pasti Tuhan akan memperlengkapi kita.

THE EXTENT OF HOLINESS (Eksistensi Kekudusan)

We Are To Display Holiness In All our Activity (Kita Harus Menunjukkan kekudusan dalam Segala Aktivitas Kita)

Tuhan menghendaki agar kita wajib memiliki kehidupan yang kudus sebab Dia adalah kudus. Kita bisa bebas memilih pasangan, kita bisa bebas memilih jenis pekerjaan yag kita inginkan, tetapi ada satu hal yang tidak bebas kita tentukan, yakni hidup kudus seperti Allah

There Is No Distinction Between The Secular And The Sacred In Our Conduct (Tidak Ada Perbedaan Antara Yang Sekuler dan Yang Rohani dalam Tindakan Kita)

Zakharia menubuatkan bahwa akan ada satu hari, kata “kudus” akan tercantum pada berbagai hal, seperti pada kerencingan-kerencingan kuda dan kuali di Yerusalem. Dalam kitab Keluaran, Imam Besar akan mengenakan sorban dan ada plat dari emas yang tertulis pada sorban tersebut ialah “Kudus Bagi Tuhan” dan semua orang akan tahu bahwa Imam haruslah Kudus ketika memasuki Bait Allah.

Zakharia berkata, ketika Yesus membawa keselamatan untuk umat-Nya dan ketika kehidupan Tuhan tercermin dalam hidup umat-Nya, maka kekudusan akan ada pada setiap orang percaya.

Pada hari itu, kerencingan-kerencingan kuda akan tertulis “Suci bagi TUHAN!” Kuali-kuali di rumah TUHAN akan seperti bokor-bokor penyiraman di depan mezbah. Semua kuali di Yerusalem dan di Yehuda akan menjadi suci bagi TUHAN semesta alam, dan semua orang yang mempersembahkan kurban akan datang mengambilnya dan memasak di dalamnya. Pada waktu itu, takkan ada lagi pedagang di dalam Bait TUHAN semesta alam. (Zakharia 14:20-21)

“To The Lord, All Life Is Sacred”

THE POSSIBILITY OF HOLINESS (Posibilitas Kekudusan)

Tuhan memanggil dan memperlengkapi kita untuk kekudusan. Dia tidak hanya memberitahu kita untuk menjadi kudus tetapi juga mengundang kita memasuki kekudusan-Nya. Contohnya ketika Tuhan memberitahu kita bahwa kita diselamatkan, kita tidak hanya diberitahu tetapi juga dipanggil dalam keselamatan-Nya.

THE CONDITIONS FOR HOLINESS (Kondisi Kekudusan)

Be Serious (Bersungguh-sungguhlah)

Terkadang, kita tidak meresponi serius menerima undangan kekudusan-Nya, kita tidak cukup serius dalam mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Jika kita mau hidup kudus, maka kita harus sungguh-sungguh meresponi dan mengejar kekudusan.

Karena itu, siapkanlah akal budimu dan waspadalah, letakkanlah pengharapanmu sepenuhnya pada anugerah yang akan diberikan kepadamu saat Kristus Yesus dinyatakan. (1 Petrus 1:13)

Be Sober (Tetaplah Sadar)

Jika kita mau hidup kudus, maka kita tidak boleh dipengaruhi oleh kehidupan dunia dan tergoda tawaran dunia yang menggoda kita. Kita harus hidup disiplin dan dapat mengendalikan diri.

Karena itu, siapkanlah akal budimu dan waspadalah, letakkanlah pengharapanmu sepenuhnya pada anugerah yang akan diberikan kepadamu saat Kristus Yesus dinyatakan. (1 Petrus 1:13)

Be Separated (Dipisahkan)

Kita harus menanggalkan gaya hidup dunia. Tuhan berfirman kita tidak boleh hidup dengan hawa nafsu. Kita berada di dunia tetapi bukan berasal dari dunia.

Sebagai anak-anak yang taat, janganlah tunduk kepada nafsu jahatmu seperti ketika kamu masih hidup dalam kebodohanmu, (1 Petrus 1:14)