GOD’s HEART for The LOST
Bacaan Setahun:
Ulangan 4:15 – 5:33
Lukas 11:5–32
Amsal 8:32–36
“Sebab, Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Lukas 19:10 – TB2)
Tema minggu pertama bulan April 2026 adalah God’s Heart for The Lost yaitu Hati Allah yang Tergerak oleh Belas Kasihan. Lukas 19:10 (TB2) menyatakan tentang hati Yesus kepada orang yang tersesat dan terhilang, “Sebab, Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Mari kita belajar tiga hal tentang God’s Heart for The Lost.
Yang pertama, Mengenal Hati Allah. Hati Allah selalu condong kepada yang terhilang. Kata “hilang” dalam Yunani: apololos dari apollumi binasa, tersesat, hancur. Dalam konteks abad pertama, ini menunjuk pada orang berdosa, pemungut cukai, dan mereka yang dijauhi secara sosial-seperti Zakheus dalam Lukas 19. Allah tidak menjauh; la mendekat. Yehezkiel 34:16 menyatakan, “Yang hilang akan Kucari.” Kata kunci di ayat ini adalah avaqqësh = mencari dengan sungguh-sungguh. Hal ini didukung 2 Petrus 3:9 bahwa, “Tuhan tidak ingin seorang pun binasa.” Allah sangat rindu menggembalakan Israel yang tersesat dan terhilang. Hati-Nya tetap mengejar jiwa yang jauh dari-Nya, termasuk keluarga dan generasi yang mulai dingin rohani.
Yang kedua, Tujuan Yesus di Bumi — Lukas 19:10. Yesus menyebut diri-Nya “Anak Manusia” (Yun. huios tou anthropou)-gelar Mesianik dari Daniel 7:13-14. la datang bukan sekadar mengajar moralitas, tetapi mencari (zétësai) dan menyelamatkan (sõsai). Hal ini dikuatkan dalam Yohanes 3:17 bahwa, “Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia.” Pada masa itu orang Yahudi menantikan Mesias politis; namun Yesus justru makan bersama orang berdosa. Pada masa kini, misi Kristus bukan eksklusif gereja, melainkan inklusif bagi yang terluka, gagal, dan tersingkir.
Yang ketiga, Sudahkah Saya Memiliki Hati-Nya Allah? Diselamatkan berarti diubahkan. Jika kita menerima keselamatan, kita dipanggil memiliki hati yang sama. Matius 9:36 menyatakan bahwa, “Yesus tergerak oleh belas kasihan.” Kata Splagchnizomai adalah belas kasihan yang mengguncang batin. 2 Korintus 5:20 mengingatkan bahwa, “Kita adalah utusan Kristus.” Pada masa itu, Yesus dianggap menyentuh yang najis. Pada masa kini, kita hadir bagi yang terhilang-bukan menghakimi, tetapi membawa mereka pulang.
Hati Allah bukan teori; itu misi. la mencari dan menyelamatkan yang tersesat dan terhilang. Pertanyaannya: apakah kita hanya menikmati keselamatan, atau ikut mencari yang hilang? Jangan puas menjadi domba yang aman-jadilah gembala yang peduli. Stay blessed. (DW)
Questions:
1. Apakah kita berpuas diri dengan keselamatan yang kita terima, atau ikut mencari yang tersesat dan terhilang?
2. Sudahkah kita memiliki hati yang penuh kasih dan belas kasihan kepada yang tersesat dan terhilang?
Values:
Seorang Warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mau mencari yang tersesat dan terhilang.
Kingdom Quotes:
Hati Allah selalu mencari yang terhilang; hati orang percaya seharusnya ikut berjalan dalam pencarian itu.