Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
(Roma 10:14 TB)
TANGGUNG JAWAB SETIAP ORANG PERCAYA
Setelah menjadi orang percaya dan dibaptis, maka tanggung jawab orang percaya adalah menjalankan amanat agung dari Tuhan Yesus. Kata tanggung jawab menurut KBBI memiliki arti keadaan wajib menanggung segala sesuatunya, di mana jika terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan dan sebagainya. Melaksanakan tanggung jawab ini dilakukan dengan dorongan compassion atau belas kasihan kepada jiwa-jiwa.
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus…“ (Matius 28:19)
Memberitakan kabar baik dapat kita lakukan dimulai dari saudara, keluarga, rekan kerja, teman sekolah, tetangga kita. Kita harus belajar memberitakan kabar baik secara bertahap, dengan membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Dunia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Hidup kita akan mengalami banyak tantangan dari dunia, karena kita memang tidak berasal dari dunia ini.
“Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.”
(Roma 10:13)
Tugas kita adalah agar setiap orang dan setiap bangsa bisa mendengarkan Firman Tuhan. Ada di antara kita yang dipanggil menjadi penginjil, atau pengajar, tapi ada juga yang dipanggil menjadi ibu rumah tangga. Apapun profesi kita, jangan sungkan-sungkan menyebut nama Yesus. Bagi kita, kita bisa berseru kepada nama Yesus, tapi bagi banyak orang, mereka tidak tahu harus berseru kepada siapa. Mengabarkan Injil tidak harus dengan membaca ayat, tetapi bisa dengan bahasa sehari-hari.
Sebelum mengenal Tuhan, kita selalu merasa berkat-berkat jasmani itu kurang, setelah menjadi orang percaya kita seharusnya banyak mengucap syukur. Kita mengucap syukur bukan hanya karena berkat-berkat jasmani, tapi karena keselamatan kekal yang telah kita terima.
Persoalan-persoalan hidup akan tetap diizinkan Tuhan, karena Tuhan ingin karakter kita bertumbuh dan tidak manja. Setiap kita punya tanggung jawab untuk membawa jiwa-jiwa yang terhilang. Belas kasihan yang sejati harus membawa orang kepada hidup kekal.
Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. (Matius 9:36)
DIUTUS UNTUK MENJANGKAU & MEMURIDKAN.
3P: PENGUTUSAN, PENJANGKAUAN, PEMURIDAN
Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus?
(Roma 10:15a)
Saat kita bersedia diutus untuk menjangkau jiwa-jiwa dan memberitakan kabar baik, maka Roh Kudus yang akan memberikan kemampuan dan juga memberikan kita keberanian. Setiap kali kita membaca Firman Tuhan selalu ada ilham baru yang diberikan oleh Roh Kudus. Menjangkau jiwa-jiwa harus dibarengi dengan pemuridan. Misalnya memuridkan dalam hal mengatur prioritas. Kita bisa memuridkan dengan mengajar bagaimana memiliki prioritas yang benar dalam hidup, dengan menempatkan Tuhan sebagai prioritas utama, keluarga di tempat kedua, selanjutnya pekerjaan, pelayanan, dan hobi.
MEMBAWA KABAR BAIK UNTUK MEMBERITAKAN KEMATIAN & KEBANGKITAN
Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” (Roma 10:15b)
Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Kita adalah wakil kerajaan Allah di bumi. Membantu orang tidak harus dengan uang, tetapi bisa juga dengan doa-doa kita. Jangan tinggal dalam zona nyaman kita. Tuhan membenci kesombongan, sehingga kita harus belajar untuk hidup rendah hati. Beritakan Injil yang murni bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup.
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu,dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. (Kisah Para Rasul 1:8)
Yerusalem adalah lingkungan rumah, keluarga, dan teman-teman terdekat kita.
Yudea adalah tempat kerja, sekolah, dan komunitas kita.
Samaria adalah orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda dengan kita.
Ujung bumi adalah dukungan kita untuk misi global.
MENJADI SAKSI MELALUI PERKATAAN DAN PERBUATAN DALAM KEBENARAN
“Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.” (Zakaria 4:6b)
Tugas kita hanyalah memberitakan kabar baik dan itu bukan karena kepandaian atau keterampilan kita berbicara. Setiap perkataan dan perbuatan kita haruslah sejalan dengan dengan Firman Tuhan, agar menjadi kesaksian yang hidup.
Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.
(Lukas 19:10)
Sebagaimana Tuhan Yesus telah turun ke dunia, aktif mencari dan menyelamatkan manusia yang terhilang, maka kita harus mengikuti teladan-Nya. Amin. VW.