GOLIAT: MUSUH ORANG PERCAYA
Bacaan Setahun:
Bilangan 13:26 – 14:45
Lukas 4:14–37
Mazmur 36:1–12
“Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal.” (1 Samuel 17:4)
Perjalanan hidup kita dalam mengiring Tuhan bukanlah suatu perjalanan yang mudah, sebab kita harus menghadapi musuh yang selalu mengincar dan mencari celah untuk menghancurkan hidup kita setiap saat. Karena itu firman-Nya selalu memperingatkan, “Sadariah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Petrus 5:8).
Sebagai orang percaya, di mana pun kita berada, kita menjadi musuh bagi kerajaan kegelapan yang dipimpin oleh Iblis. Sadar atau tidak, kita hidup di tengah medan peperangan rohani (Efesus 6:12). Goliat dari Gat digambarkan sebagai musuh yang sangat menakutkan, la adalah prajurit terlatih sejak muda dengan perawakan yang sangat tinggi besar, enam hasta sejengkal atau sekitar 2,9 meter. Secara perhitungan manusia, Goliat tampak mustahil untuk dikalahkan oleh siapa pun.
Sering kali kita memandang persoalan yang sedang dihadapi seperti “Goliat” yang begitu besar dan terasa mustahil untuk dikalahkan, Keadaan ini semakin diperparah oleh perkataan orang-orang di sekitar kita yang cenderung melemahkan dan memojokkan, sehingga menimbulkan rasa frustrasi. Firman Tuhan berkata, “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu” (Amsal 24:10). Akibatnya, iman kita pun ikut melemah karena tertutup oleh besarnya “Goliat” tersebut. Kita lupa bahwa kita memiliki Tuhan yang Mahabesar, yang kuasa-Nya jauh melampaui segala musuh. Apakah saat ini ada “Goliat” yang sedang mengincar hidup Anda?
“Goliat-goliat” masa kini dapat berupa masalah hidup, penyakit, sifat kedagingan, tekanan dari orang-orang sekitar, bahkan pikiran sendiri yang berkata, “tidak mungkin”, “tidak mampu”, atau “mustahil”. Semua itu membuat kita kehilangan semangat, tidak maksimal dalam melayani Tuhan, dan berkompromi dengan dosa. Jika hal ini dibiarkan, kita tidak akan mengalami hidup yang berkemenangan. Daud tidak menunggu Goliat mendatanginya, melainkan berlari menghampiri Goliat. Karena itu, jangan biarkan “Goliat” menguasai hidup kita. Pilihannya jelas: kita mengalahkan Goliat, atau kita yang dikalahkannya.
Kemenangan hanya dapat kita alami ketika kita berani melangkah dengan iman dan bersandar sepenuhnya kepada Tuhan. Seperti Daud, kita dipanggil untuk menghadapi setiap “Goliat” bukan dengan kekuatan sendiri, melainkan dengan keyakinan bahwa Tuhan menyertai dan berperang bagi kita. Selama kita hidup taat dan percaya kepada-Nya, tidak ada musuh yang terlalu besar untuk dikalahkan, sebab Tuhaniah sumber kemenangan sejati. (AU)
Questions:
1. Apa yang Anda lakukan untuk mengalahkan “goliat-goliat” masa kini?
2. Apa saja yang menjadi ”goliat” anda saat ini? Apakah itu menjadikanmu tawar hati dan putus asa? Diskusikan!
Values:
Setiap warga Kerajaan harus berani menghadapi setiap tantangan hidup dengan iman, bukan menghindar, karena Tuhan yang berperang bagi kita.
Kingdom Quotes:
Masalah mungkin terlihat besar seperti Goliat, tetapi iman kepada Tuhan selalu lebih besar daripada ketakutan.