GRATIS, BENARKAH?

GRATIS, BENARKAH? 

Bacaan Setahun:
Kid. 1:1–4:16
1Kor. 12:1–26
Mzm. 99:1–9

“Karena kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:20)
“Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Janganlah kamu menjadi hamba manusia.” (1 Korintus 7:23)

Kita hidup di zaman yang menyukai kata “gratis”. Diskon, promo, bonus—semuanya terasa menarik. Sejak kecil kita bahkan akrab dengan konsep “gratis”, misalnya melalui lagu anak-anak “Kereta Api” yang berbunyi, “Bolehlah naik dengan percuma.” Namun, kenyataannya tidak ada yang benar-benar gratis. Selalu ada harga yang harus dibayar, baik oleh kita maupun oleh orang lain.

Yang menarik, dalam iman Kristen, keselamatan sering disebut “gratis”. Kita diselamatkan bukan karena usaha, bukan karena kebaikan, tetapi karena anugerah. Kata “gratis” itu sendiri sebenarnya punya akar yang dalam: berasal dari kata “grace”—yang berarti karunia. Jadi “gratis” bukan berarti murahan, tetapi sesuatu yang diberikan karena kasih, tanpa kita layak menerimanya.

Namun jangan salah paham—anugerah itu tidak murah. Bagi kita mungkin gratis, tapi bagi Allah itu sangat mahal. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal…” (Yohanes 3:16). Ada harga yang dibayar. Dan harga itu bukan perak atau emas, tetapi darah Kristus sendiri. “…kamu telah ditebus… bukan dengan barang yang fana… melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus…” (1 Petrus 1:18–19). Jadi ketika kita berkata “aku diselamatkan secara gratis,” sebenarnya kita sedang berkata: “Ada Pribadi yang membayar lunas hidupku.” Dan itu mengubah segalanya.

Hidup kita bukan lagi milik kita sendiri. Kita terlalu berharga untuk hidup sembarangan. Kita terlalu mahal untuk hidup setengah-setengah. Kita terlalu dikasihi untuk kembali menjadi hamba dosa atau manusia. Pertanyaannya sekarang bukan lagi: Apa yang bisa aku dapat secara gratis? Tetapi: Bagaimana aku hidup sebagai seseorang yang sudah dibayar lunas dengan harga yang begitu mahal?

Kesadaran bahwa kita telah ditebus dengan harga yang sangat mahal seharusnya menumbuhkan rasa syukur yang mendalam. Syukur itu bukan hanya diucapkan melalui kata-kata, melainkan dinyatakan melalui kehidupan yang taat kepada Tuhan. Setiap keputusan, perkataan, dan tindakan kita menjadi kesempatan untuk menghormati Dia yang telah mengasihi kita terlebih dahulu. Jangan sampai anugerah yang begitu besar dianggap biasa atau diterima tanpa tanggapan yang nyata. Kalau kita benar-benar mengerti nilai itu, hidup kita akan berubah—cara kita berpikir, memilih, dan menjalani hari. Karena yang kita terima memang “gratis”. Tapi nilainya tak ternilai. (DD)

Questions:

  1. Apakah Anda masih menganggap keselamatan sebagai sesuatu yang “murah”, atau Anda benar-benar menghargai harganya?
  2. Dalam area mana Anda masih hidup seolah-olah Anda milik diri sendiri, bukan milik Kristus?

Values:
Sang Raja tidak menebus dengan harga murah—kita dibayar mahal. Harga darah-Nya. Maka hiduplah setimpal dengan harga itu.

Kingdom Quotes:
Anugerah membuat kita menerima secara cuma-cuma, tetapi kasih Kristus menuntut kita hidup tidak lagi sembarangan. Karena Ia membayar kita dengan darah-Nya.