HARAP TENANG, ADA UJIAN!
Bacaan Setahun:
Ayb. 30:1 – 32:22
Mat. 22:15–46
Mzm. 18:16–24
“Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan,” (Yesaya 30:15)
Tema bulan ini adalah The Valley of Testing atau Lembah Ujian. Tentunya setiap kita yang pernah mengenyam pedidikan formal setiap tahun, setiap semester dan tengah semester harus menghadapi ujian, atau bahkan setiap saat ada ulangan atau ujian dadakan yang dibuat oleh guru. Dalam pendidikan formal ujian dilakukan untuk membantu guru dan siswa mengetahui sejauh mana materi pelajaran telah dipahami dan bukan hanya dihafal. Hasil ujian menjadi evaluasi apakah metode mengajar sudah efektif dan bagian mana yang perlu diperbaiki atau diulang. Ujian juga membiasakan siswa menghadapi tekanan secara sehat, berpikir kritis, dan bertanggung jawab. Pada saat ujian, salah satu aturan yang sering ditampilkan di ruang ujian dan wajib ditaati adalah “Harap Tenang, Ada Ujian!” Aturan tegas ini dibuat agar peserta ujian fokus membaca soal, berpikir jernih, dan menjawab dengan maksimal.
Demikian juga dalam ujian yang Tuhan berikan di sekolah kehidupan yang kita jalani setiap hari. Tuhan menguji kita supaya tahu kualitas hidup kita. Ujian Tuhan seringkali datangnya tiba-tiba, masalah keluarga, tekanan ekonomi, kesehatan, pelayanan, atau pergumulan iman bisa datang dalam hidup kita kapan saja. Reaksi alami manusia adalah panik, gelisah, tidak fokus dan berusaha mengandalkan kekuatan sendiri atau koneksi yang kita miliki. Ujian Tuhan bukan untuk menghancurkan kita melainkan untuk memberi nilai positif, mambawa kita naik kelas dan dipercayakan lebih lagi.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa keselamatan dan kekuatan tidak lahir dari kegaduhan, melainkan dari ketenangan dan kepercayaan. Ketika kita berhenti sejenak, menenangkan hati, bertobat, dan kembali kepada Tuhan maka kita sedang memberi ruang bagi Allah untuk bekerja. Iman diuji bukan saat segalanya mudah, tetapi saat kita memilih percaya walau belum melihat jawaban. Saat ujian, Tuhan juga tidak memberi kita kunci jawaban atau mengangkat masalah kita dengan segera agar kita bisa belajar. Tuhan hanya berjanji akan memberikan kekuatan agar kita bisa menjalaninya. Ketenangan batin lahir bukan karena situasi berubah, melainkan karena Allah yang kita percayai tidak pernah berubah.
Saat ujian datang, berhentilah sejenak dan datang kepada Tuhan dalam doa. Periksa hati kita apakah ada sikap mengandalkan diri sendiri lebih dari Tuhan atau tindakan bodoh yang kita lakukan? Tetaplah percaya walau kita belum mengerti rencana-Nya. Latih hidup kita untuk tetap tenang dengan Firman dan penyembahan, bukan dengan keluhan. (RSN)
Questions:
1. Ujian apa yang sedang anda alami saat ini?
2. Apa respons anda ketika menghadapi ujian tersebut?
Values:
Keselamatan dan kekuatan saat menghadapi ujian tidak lahir dari kegaduhan dan keluhan, melainkan dari ketenangan dan kepercayaan pada kekuatan Tuhan.
Kingdom Quotes:
Iman diuji bukan saat segalanya mudah, tetapi saat kita memilih percaya walau belum melihat jawaban.