HATI GEMBALA
Bacaan Setahun:
Hakim Hakim 14:1 – 15:20
Yohanes 7:14–44
Amsal 11:29 – 12:7
“Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.” (Yehezkiel 34:16)
Panggilan hati untuk menjadi seorang gembala tidaklah semudah yang dibayangkan banyak orang. Pelayanan ini dipenuhi dengan doa, air mata, dan keteguhan iman untuk memantapkan langkah dalam menerima tugas serta tanggung jawab tersebut. Dalam pandangan awam, menjadi gembala sering kali hanya terlihat dari permukaannya: memiliki otoritas, posisi, serta perhatian dari domba-dombanya. Terlebih lagi jika dipercayakan memimpin jemaat yang besar dan kuat. Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu. Justru sebaliknya, menjadi seorang gembala penuh dengan tantangan dan pengorbanan. Tidak sedikit yang harus mengorbankan waktu, tenaga, materi, bahkan perasaan karena kerap disalahpahami.
Ketika Tuhan memilih, memanggil, dan menetapkan seseorang menjadi gembala, proses itu tidak terjadi secara sembarangan. Ada proses doa, peneguhan, serta pengujian karakter oleh para pemimpin yang mempercayakan pelayanan tersebut. Hal ini bukan semata-mata soal karisma atau keterampilan, melainkan tentang panggilan hati dan karakter yang dimiliki. Selain itu, orang yang dipanggil pun perlu memiliki keselarasan visi dan misi, sehingga pelayanan yang dijalankan tidak menjadi sia-sia.
Kitab Yehezkiel dengan jelas menggambarkan bagaimana seharusnya hati dan fungsi seorang gembala. Fokusnya bukan pada status atau jabatan, melainkan pada tanggung jawab. Hati seorang gembala dipenuhi belas kasihan dan memiliki beban untuk melayani jiwa-jiwa. Beban ini bukan sekadar sesuatu yang berat, melainkan panggilan yang lahir dari hati. Seseorang dapat berprofesi sebagai pengusaha, pekerja seni, atau profesional, tetapi tetap memiliki hati untuk melayani jiwa-jiwa di mana pun ia berada. Seorang gembala dipanggil untuk mencari yang hilang, membawa kembali yang tersesat, membalut yang terluka, menguatkan yang lemah, serta melindungi domba-dombanya. la memahami keadaan setiap domba dan mengetahui kebutuhan mereka. Itulah esensi penggembalaan yang sejati.
Para gembala, apakah setiap kita sudah berfungsi dengan benar? Jika ada yang menggeser hati kita untuk tidak lagi fokus dengan domba-domba yang Tuhan percayakan, maka tarik diri sejenak, dan tanyakan pada hati kita, apakah kita masih ada di panggilan hidup kita? Jangan sampai kita melalaikan tugas dan tanggung jawab kita sebagai seorang gembala. Ingat, satu domba senilai kurban Kristus di atas kayu salib. Jangan mengabaikan mereka. Layanilah dengan penuh kasih dan kesetiaan. Jika kita ada di fase disalah mengerti, dianggap masih ada yang kurang untuk kita lakukan, jangan berhenti melayani mereka. Mintalah kasih karunia kepada Tuhan yang empunya domba-domba, agar kita tetap dapat melayani mereka dengan belas kasih Tuhan. (LA)
Questions:
1. Bagaimana Tuhan memilih, memanggil, dan menetapkan seseorang menjadi seorang gembala?
2. Sebutkan fungsi dan tanggung jawab seorang gembala?
Values:
Anda memerlukan kasih karunia Tuhan untuk melayani dan menggembalakan domba-domba yang Ia percayakan. Kasih karunia itu memampukan kita bertahan, bahkan dalam masa sulit.
Kingdom Quotes:
Panggilan hati menjadi seorang gembala adalah kairos bagi kita untuk menggenapi rencana-Nya. Melayani sebagai seorang gembala ada kronos bagi kita untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Jangan mundur!