Hati Hati Mengambil Keputusan | Pdt. Christy Indra Tjiptamulja

Seperti halnya seorang anak yang bersekolah, maka setiap anak harus mengikuti ujian dan dinyatakan lulus, agar bisa melanjutkan jenjang yang lebih tinggi.  Hal yang sama juga terjadi dalam hidup kerohanian kita. Ada ujian-ujian yang harus kita lewati. Apakah kita siap untuk menjalani ujian demi ujian? Berhati-hatilah agar kita tidak salah dalam mengambil keputusan saat melewati sebuah ujian.

Dalam hal-hal apa saja, kita harus mengambil keputusan yang tepat?

HIDUP ATAU MATI

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,  dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.” (Ulangan 30:19-20)

Kita senantiasa diperhadapkan pada pilihan antara kehidupan dan kematian, antara berkat dan kutuk. Untuk mendapatkan hidup, pilihlah untuk mengasihi Allah. Di manapun Tuhan menempatkan kita, kasihilah Tuhan sebagai yang utama, dan jangan mengasihi dunia maupun segala yang ada di dalamnya.

Yang harus menjadi prioritas kita:

Mengasihi Tuhan

Mendengar suara-Nya

Berpaut kepada-Nya.

Berkemenangan

 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. (Mazmur 23:4)

Mungkin situasi kita sedang tidak enak, bisnis kita sedang lesu, ingatlah bahwa Tuhan selalu menyertai kita. Ingatlah bahwa Tuhan begitu besar, langit adalah tahta-Nya dan bumi adalah tumpuan kaki-Nya. Apapun ujian yang kita hadapi, asalkan kita berpaut dan melekat kepada Tuhan maka kita pasti berkemenangan.

Masih Adakah Iman di Bumi

… Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:8b)

Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali sudah sangat dekat. Pada saat kedatangan-Nya Ia akan bertanya: “Masih adakah iman di bumi?” Masih adakah iman yang berpaut kepada Tuhan, iman yang dengar-dengaran akan suara-Nya? Hal yang pertama diajarkan oleh Tuhan Yesus adalah tentang kekuatiran, karena Tuhan tahu bahwa manusia  memiliki banyak kekuatiran. Kita perlu mempersiapkan diri, berjalan langkah demi langkah untuk bisa melihat pertolongan Tuhan.

MENCari Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya

 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat 6:33)

Kita diperintahkan untuk  mencari dahulu Kerajaan Allah dan melakukan kebenaran Firman-Nya. Bapa Surgawi tahu bahwa umat-Nya memerlukan makanan, minuman, pakaian, modal untuk usaha, dan lain-lain. Burung di udara dan rumput di ladang diperhatikan Allah, apalagi kita, yang diciptakan sesuai gambar dan rupa Allah. Ketika dibaptis, kita menerima Roh Kudus yang akan terus membimbing. Kita harus mengubah cara berpikir sesuai dengan Firman Tuhan. Jangan mengikuti cara dunia atau apa yang menurut kita benar.

IMAN

 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1)

Dalam lembah pengujian, yang diuji adalah ‘iman atas seuatu yang kita harapkan’ yaitu sesuatu yang belum ada di tangan. Dan ‘bukti yang belum kita lihat’ yaitu percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Jika doa kita belum dijawab, teruslah berdoa sebagai wujud iman di tengah lembah pengujian. Apapun tantangan yang kita alami, tetaplah beriman dan harus tetap mengucap syukur dalam segala hal.

HIDUP YANG bertentangan dengan dunia

“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.  Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.  Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.”(Yohanes 16:1-4a)

Warga Kerajaan Allah akan selalu bertentangan dengan dunia. Tuhan Yesus sudah mengingatkan hal ini lebih kurang 2000 tahun yang lalu.  Saat ini, di daerah Timur Tengah ayat-ayat di atas sedang digenapi. Pengikut Kristus dikucilkan bahkan dibunuh karena imannya, tetapi justru di tempat itu kebangunan rohani yang luar biasa juga terjadi. Tuhan bekerja melalui mimpi-mimpi yang dialami orang-orang yang belum percaya.

TEMBOK API

   Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya.” (Zakharia 2:5)

Tuhan akan menjadi tembok api bagi kita dan Dia akan dimuliakan melalui hidup kita, namun kita harus mengambil keputusan-keputusan yang benar. Misalnya keputusan untuk membantu orang lain tanpa mengomel, keputusan untuk tetap memuji Tuhan, keputusan untuk  tetap mengasihi Tuhan, taat akan firman-Nya, tetap melekat kepada-Nya.

Pastikan kita mengambil keputusan yang benar, agar kita berhasil melewati setiap ujian dan menjadi warga kerajaan Allah yang naik ke level yang tinggi. Amin. -VW